“Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terbaik di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,...”(Lukas 20:46)
Dalam 20:46-47 Tuhan memperingatkan murid-murid-Nya tentang ahli-ahli Taurat. Setelah membungkam mulut semua penentang-Nya, Penyelamat memperingatkan murid-murid-Nya terhadap ke-munafikan dan kejahatan ahli-ahli Taurat. Ini menunjukkan bahwa mereka dikutuk oleh Tuhan yang mereka cari-cari kesalahan-Nya. Apa yang akan Anda lakukan seandainya Anda menjadi salah satu dari ahli-ahli Taurat itu? Beranikah Anda memperlihatkan muka Anda? Saya kira ahli-ahli Taurat itu tidak tahu apa yang harus mereka katakan. Dalam firman dari Yudas 19, mereka sepertinya tidak memiliki roh, tidak ada roh sama sekali.
Dalam 21:14 terdapat pujian dari Manusia-Penyelamat terhadap seorang janda yang miskin. Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam. peti per-sembahan, dan "Ia melihat juga seorang janda miskin me-masukkan dua uang tembaga, ke dalam peti itu" (ay. 2). Bahasa Yunani yang diterjemahkan "miskin" sebenarnya adalah "melarat"'. Istilah yang lebih keras daripada "miskin" dan menunjukkan satu keadaan yang tidak memiliki uang. Dalam 21:3-4 Tuhan memuji janda yang miskin karena memberi dengan seluruh nafkahnya. Manusia-Penyelamat adalah Allah yang hidup dalam keinsanian. Dia menaruh perhatian untuk melihat bagaimana umat Allah mengekspresikan kesetiaan mereka dalam memberikan persembahan kepada-Nya. Dengan cara ini Dia memuji kesetiaan janda itu kepada Allah. Pengamatan Manusia-Penyelamat jauh lebih dalam dari pada pengamatan manusia.
Lukas 21:1-4 tidak boleh dipisahkan dari pasal 20. Dalam peringatan tentang ahli-ahli Taurat dan pujian terhadap janda yang miskin, Lukas sekali lagi memperlihatkan standar moralitas yang tertinggi kepada kita. Moralitas ahli-ahli Taurat itu sangat rendah, tetapi moralitas janda miskin itu sangat tinggi. Mengapa Lukas menempatkan dua kejadian ini segera setelah pengujian dari para penentang terhadap Manusia-Penyelamat? Dia Melakukan hal ini karena prinsip yang mengendalikan Injilnya adalah standar moralitas yang tertinggi. Prinsip ini mengendalikan penulisan kitab ini. Karena itu, empat ayat pertama dari pasal 21 ini harus dikaitkan dengan pasal 20, supaya kita dapat memiliki satu pandangan yang jelas tentang standar moralitas yang tertinggi. Orang-orang yang menguji Tuhan memiliki standar moralitas yang rendah. Tetapi sebagai Dia yang berperilaku dalam standar moralitas yang tertinggi, Manusia-Penyelamat memuji janda yang miskin itu, karena ia juga hidup menurut standar moralitas yang tinggi. Puji Tuhan! Dia sungguh layak menjadi Penyelamat kita manusia dosa.
- Firman Hayat Itu
- Allah Yang Mahamulia
- Yesus Kristus Sang Batu-Penyelamat
- PENGHIBUR DAN KEDAMAIAN HAYAT
- Kepergian-Nya adalah Kedatangan-Nya
- Teladan Tuhan
- Menghasilkan Banyak Buah
- Tuhan, Marilah dan Lihatlah
- Peringatan Akan Hari Itu
- Ahli-Ahli Taurat dan Janda Yang Miskin
- Memperingati Tuhan sampai Dia datang kembali
- Tinjauan Alkitab tentang perayaan natal
- Sejarah di balik perayaan natal
- Buanglah ragi yang lama itu!
- Pemuliaan