2 Timotius 2꞉22
Sebab itu, jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai sejahtera bersama‑sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
MEMBENTUK KELOMPOK KECIL UNTUK MEMPRAKTIKKAN DOA BACA SECARA KORPORAT
Karena akan lebih baik jika beberapa orang berkumpul untuk doa‑baca korporat, kita harus membentuk kelompok‑kelompok kecil untuk tujuan ini, dengan setiap kelompok terdiri dari empat hingga enam orang dan tidak lebih dari delapan orang. Kita harus berusaha sebaik mungkin untuk berkumpul dan doa‑baca bersama setiap hari atau setidaknya dua kali seminggu. Sekalipun kita belum begitu mahir, kita tidak boleh berkecil hati. Sebaliknya, kita harus terus berlatih karena pada akhirnya, kita akan mampu menjamah kekayaan firman. Saat kita berkumpul di hadapan Tuhan untuk menjamah firman‑Nya dengan roh kita, Roh Kudus akan secara spontan bekerja di dalam kita, memungkinkan kita untuk menerima Roh dan hayat.
DOA BACA KORPORAT MIRIP DENGAN BERMAIN BOLA BASKET
Doa‑baca korporat mirip dengan bermain bola basket. Meskipun ada lima pemain dalam satu tim, hanya satu orang yang memegang bola pada satu waktu. Selama pertandingan, empat orang yang tidak memegang bola tidak hanya menonton pertandingan sebagai penonton. Setiap pemain tidak menunggu sampai ia menerima bola untuk mulai bermain. Sebaliknya, ketika satu orang memegang bola, yang lain memperhatikan agar mereka siap menerima bola atau membantu di sisi lapangan. Demikian pula, dalam doa‑baca korporat, ketika orang lain berdoa, kita harus mengikuti mereka dalam roh kita dengan mengucapkan Amin dan dengan terbuka membiarkan Roh Kudus mengalir kepada kita. Kemudian, ketika tiba saatnya bagi kita untuk melanjutkan, kita dapat berdoa dengan mudah.
MENGESAMPINGKAN PIKIRAN KITA DAN MELATIH ROH
Terkadang, saat membaca Alkitab, kita tidak mendapat inspirasi, jadi kita mulai menggunakan pikiran kita, berharap menerima inspirasi; pada akhirnya, kita mendapati bahwa itu tidak berhasil. Membuka diri kepada Tuhan adalah kunci utamanya. Misalnya, 1 Yohanes 4꞉10 dan 19 mengatakan, “Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita... Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” Biasanya, ketika kita membaca firman ini, kita hanya menggunakan pikiran kita untuk berpikir, sehingga tidak mudah terjamah. Namun, ketika kita doa‑baca, kita tidak hanya menggunakan pikiran kita; sebaliknya, setelah membaca ayat-ayat tersebut, kita segera membuka roh kita dan berdoa dengan ayat‑ayat tersebut꞉ “Ya Allah, bukan karena kami terlebih dahulu mengasihi Engkau, tetapi karena Engkau terlebih dahulu mengasihi kami.” Ketika kita berdoa dengan lembut seperti ini, mudah untuk terjamah dalam roh kita. Roh Kudus mungkin memberi kita perasaan bahwa kita tidak memiliki kasih, sehingga kita tidak dapat mengasihi Allah maupun mengasihi saudara‑saudari kita. Kemudian kita menyadari bahwa kita mengasihi hanya karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita dan kasih‑Nya telah memenuhi kita.
Ketika kita berdoa dengan cara ini, kita segera menjamah roh dan perasaan yang ada dalam roh. Namun, karena biasanya kita hanya menggunakan pikiran kita, kita tidak menerima inspirasi semacam ini. Ketika kita menghindari sekadar menggunakan pikiran kita dan sebaliknya membuka roh kita untuk berdoa, inspirasi akan segera datang. Jika kita tidak doa-baca dengan roh kita, tetapi hanya doa‑baca dengan pikiran kita, semakin banyak kita membaca, semakin lapar kita jadinya. Kita harus memperbaiki situasi kita dengan membaca dengan roh kita, bukan hanya berfokus pada penggunaan pikiran kita. Roh Kudus dan Alkitab tidak dapat dipisahkan; oleh karena itu, kita harus menggunakan organ yang tepat yaitu roh kita untuk membaca Firman. Ketika kita menggunakan roh kita untuk doa‑baca Alkitab, Roh Kudus akan memberi kita inspirasi.
MANFAAT DOA BACA KORPORAT
Saling Berbaur untuk Menerima Suplai yang Limpah
Baru‑baru ini, saya, bersama beberapa saudara lainnya, telah mendoa‑bacakan kitab 1 dan 2 Timotius setiap pagi. Dalam beberapa tahun terakhir, saya telah menghabiskan banyak waktu untuk membaca kitab‑kitab ini, bahkan mempelajarinya secara mendalam. Namun, nutrisi rohani yang saya terima tidak dapat dibandingkan dengan apa yang saya terima saat doa‑baca bersama saudara-saudara. Nutrisi rohani yang kaya seperti itulah manfaat dari doa‑baca korporat. Selain itu, ketika saudara‑saudari berkumpul untuk doa-baca korporat, hal itu membawa kita pada koordinasi satu sama lain melalui doa kita, yang sangat bermanfaat. Namun, ketika beberapa dari kita berdoa bersama, roh kita menyatu, kasih kita satu sama lain semakin dalam, dan kepedulian kita satu sama lain meningkat.
Membiarkan Roh Kudus Memiliki Saluran dan Dapat Mengalir dalam Sidang‑sidang
Lebih jauh lagi, doa‑baca korporat dapat membantu kita untuk membuka mulut kita dalam sidang untuk berdoa, bersaksi, dan berbicara tentang kasih karunia Tuhan. Jika kita menutup mulut kita dalam sidang, Roh Kudus tidak akan memiliki jalan keluar, dan sidang-sidang akan mengalami kerugian. Berdiam diri dalam sidang‑sidang dapat diibaratkan seperti menutup semua pintu dan jendela rumah, sehingga mencegah udara mengalir masuk. Sebaliknya, jika kita membuka semua pintu dan jendela, udara segar akan mengalir masuk. Tuhan seperti udara segar, dan kita seperti pintu dan jendela. Ketika kita datang ke sidang, jika kita semua menutup mulut dan berdiam diri, Tuhan tidak akan memiliki jalan untuk masuk dan mengalir di antara kita. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk membuka diri agar "udara" rohani dapat mengalir masuk.
MELEPASKAN DIRI DARI RITUAL DAN FORMALITAS AGAR SIDANG‑SIDANG DAPAT MENJADI HIDUP
Doa‑baca korporat membuat roh kita berkobar. Dengan hanya sepotong kayu besar, tidak mudah untuk membuat api yang menyala‑nyala. Bahkan jika potongan kayu itu dibelah menjadi dua, tetap sulit untuk membuat api yang besar. Sebaliknya, yang terbaik adalah menumpuk banyak potongan kayu kecil; kemudian ketika satu potongan dinyalakan, api akan segera menyala. Selain itu, begitu api mulai menyala, api dapat dengan mudah menyebar ke potongan kayu lainnya. Dalam sidang, hal yang paling berharga adalah agar semua orang kudus berkobar dalam roh, dan doa‑baca dalam kelompok kecil adalah cara terbaik untuk mendorong hal ini. Ketika lima atau enam dari kita mulai doa‑baca, kita saling menambahkan, dan api dalam roh kita mulai tumbuh. Kemudian, bahkan jika seseorang datang ke sidang dengan roh yang dingin, ia akan segera berkobar dalam roh juga.
Akhirnya, seluruh sidang akan hidup. Hal ini sangat penting karena hanya dengan cara inilah sidang‑sidang kita dapat terhindar dari ritual keagamaan. Bukan hanya denominasi yang memiliki ritual untuk ibadah, tetapi kita pun dapat tanpa sadar terjerumus ke dalam ritual. Hal seperti itu dapat terjadi karena ketika kita datang ke sidang, kita tidak menggunakan roh kita, melainkan hanya duduk dengan roh yang tidak tergerak. Akibatnya, saudara-saudara yang bertanggung jawab terpaksa meminta semua orang untuk menyanyikan kidung, mempersembahkan doa ritual, dan kemudian menyampaikan berita ritual. Pada akhirnya, seluruh sidang terdiri dari serangkaian ritual.
Kita dapat terbebas dari formalitas dengan menjadi hidup, dan untuk hidup, kita harus doa‑baca. Manfaat‑manfaat ini diperoleh melalui doa‑baca. Kita tidak hanya dikuatkan secara individu, tetapi gereja juga menerima manfaat dengan membiarkan Roh Kudus mengalir bebas dalam sidang‑sidang, yang menyebabkan sidang menjadi hidup. Cara ini tepat, dan mengharuskan kita semua untuk mempraktikkannya dengan setia. Secara bertahap, kita akan melihat bahwa kita tidak hanya dikuatkan secara individu, tetapi pada saat yang sama orang lain juga menerima pertolongan, dan gereja menjadi hidup.
Sumber꞉ Revelation of Christ and the Reality of the Church, CWWL, 1966, vol. 3, ch.10.