Matius 17꞉5
"Inilah Anak‑Ku yang terkasih, kepada‑Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
Pekerjaan Firman yang Memerdekakan dan Mengubah Kita
Dua Korintus 3꞉17 mengatakan, “di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.” Sebagai hasil dari doa baca kita, hal pertama dari pekerjaan batiniah adalah kemerdekaan. Hal terakhir dari pekerjaan batiniah adalah transformasi (ay. 18). Nutrisi yang kita terima dari makanan yang kita makan pertama‑tama membunuh kuman di dalam diri kita, dan kemudian menyediakan unsur‑unsur positif yang kita butuhkan ke dalam tubuh kita. Akhirnya, seluruh tubuh kita ditransformasi. Jika kita tidak makan selama seminggu, kita akan lemah dan pucat, tetapi setelah makan beberapa kali makanan bergizi, kita akan kembali kuat dan segar. Warna kulit kita tidak dicat dengan riasan tetapi dihasilkan oleh transformasi metabolisme. Dengan cara yang sama, kita diubah oleh nutrisi rohani yang kita terima melalui doa baca kita. Hari demi hari kita ditransformasi oleh nutrisi dalam firman Allah. Pekerjaan batiniah ini pertama‑tama memerdekakan kita dan pada akhirnya mentransformasi kita.
Pekerjaan Firman Mengatur Kita Melalui Hukum Hayat
Pemerdekaan batiniah selalu disertai dengan pengaturan batiniah dari hukum hayat. Hukum hayat tidak lain adalah Kristus sebagai kekuatan pengatur di dalam diri kita. Jika kita memberi seorang anak sepotong cokelat, dia akan memakannya. Namun, jika kita memberinya secangkir cuka, dia tidak akan meminumnya, karena rasanya tidak enak. Citarasa hayat adalah hukum hayat. Tidak perlu bagi seorang ibu untuk memberi tahu anaknya agar tidak minum cuka. Ada hukum batiniah dalam diri anak yang mengaturnya dan mencegahnya meminum sesuatu yang pahit. Hukum hayat ilahi dalam diri seorang percaya adalah kekuatan pengatur dari hayat batiniah, yaitu Kristus sendiri. Kristus sebagai hayat ada di dalam kita dan mengatur kita sepanjang waktu. Semakin banyak kita doa baca, semakin kita menikmati Kristus, dan semakin Dia akan berkuasa di dalam kita untuk mengatur kita.
Dalam Matius 17꞉4, Petrus mencoba menyamakan Musa dan Elia dengan Kristus, tetapi Bapa mengambil Musa dan Elia dan berbicara kepada Petrus (ay. 5), yang pada intinya berkata, “Aku tidak lagi menginginkan Musa dan Elia; perkenan‑Ku hanya pada Kristus. Dengarkanlah Dia. Dialah Musa yang sejati dan Elia yang sejati. Dialah realitas hukum Taurat, dan Dialah Nabi yang sejati.” Karena kita memiliki Kristus sendiri sebagai hukum hayat batiniah, kita tidak membutuhkan hukum lahiriah, hukum Musa. Dalam Yeremia 31꞉33, Allah berfirman, “beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN꞉ Aku akan menaruh Taurat‑Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat‑Ku.” Hukum yang dimaksud dalam ayat ini adalah hukum baru, hukum Perjanjian Baru yaitu hukum Roh hayat (Rom. 8꞉2). Karena kita memiliki hukum batiniah ini, kita tidak membutuhkan siapapun untuk mengajari kita. Meskipun tidak ada yang mengajari kita, kita akan diatur oleh pengaturan batin.
Pekerjaan Firman Membimbing Kita Melalui Pengurapan
Selain hukum hayat, kita juga memiliki pengurapan (1 Yoh. 2꞉20, 27). Hukum hayat berbeda dengan pengurapan. Hukum hayat menggantikan hukum tertulis yang diberikan oleh Musa. Pengurapan batin menggantikan para nabi. Pada zaman Perjanjian Lama, bani Israel memiliki hukum dan para nabi, tetapi hari ini kita memiliki pengaturan batiniah dengan pengurapan batiniah. Kita tidak membutuhkan hukum, dan kita juga tidak membutuhkan para nabi, karena kita memiliki pengaturan batiniah dan pengurapan batiniah. Pengurapan batiniah juga adalah Kristus yang bekerja di dalam kita. Dalam tipologi, minyak melambangkan Roh Kudus. Urapan kudus, atau minyak urapan kudus, dalam Keluaran 30꞉23‑25 adalah lambang Roh yang memberi hayat yang meliputi segala sesuatu dari Allah Tritunggal. Kata pengurapan digunakan dalam 1 Yohanes 2 sebagai kata benda verbal, yang menunjukkan bahwa pengurapan yang disebutkan dalam Alkitab bukanlah sekadar Roh sebagai minyak urapan; Ini adalah pergerakan, pekerjaan Roh Kudus, sebagai minyak urapan. Hari ini Tuhan adalah Roh, dan Roh ini ada di dalam roh kita (Rm. 8꞉16; 2 Tim. 4꞉22). Ia tidak pasif; sebaliknya, Ia senantiasa bekerja dan bergerak di dalam kita. Pengurapan di dalam kita adalah pergerakan, tindakan, dan pekerjaan Tuhan sebagai Roh. Melalui pengurapan kita menerima tuntunan Tuhan. Dengan demikian, fungsi pengurapan sama seperti fungsi para nabi dalam Perjanjian Lama.
Hukum Batin dan Pengurapan Batin Menggantikan Hukum Musa dan Para Nabi
Di dalam diri kita terdapat hukum batiniah dan urapan batiniah, sama seperti di Perjanjian Lama, bangsa Israel memiliki hukum dan para nabi. Ada perbedaan antara hukum dan para nabi. Hukum adalah seperangkat aturan dan peraturan yang ditetapkan oleh Allah, sedangkan para nabi berbicara atas nama Allah untuk menyampaikan petunjuk atau bimbingan langsung dari Allah kepada umat-Nya. Persyaratan hukum ini harus dipatuhi setiap saat, di setiap tempat, dan oleh setiap orang. Namun, firman Tuhan melalui para nabi dalam hal bimbingan atau arahan‑Nya dapat berbeda dari orang ke orang. Untuk kehidupan Kristen kita, kita membutuhkan dua hal ini.
Sebagai contoh, jika Anda pergi ke tukang cukur untuk potong rambut, apakah Anda pergi hari ini atau minggu depan adalah urusan pimpinan Tuhan. Ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan pengurapan batin. Ketika Anda bersekutu dengan Tuhan melalui doa baca firman‑Nya, Anda menerima nutrisi batiniah, dan kemudian Anda memiliki pengurapan batin. Melalui pengurapan itu, Anda mungkin secara batiniah yakin bahwa bukanlah kehendak Tuhan agar Anda pergi ke tukang cukur hari ini. Ini adalah pimpinan Tuhan melalui pengurapan. Namun, ketika Anda memasuki tempat potong rambut, Anda harus memutuskan gaya rambut. Untuk ini, Anda membutuhkan pengaturan batiniah. Anda mungkin memiliki preferensi untuk gaya rambut tertentu, tetapi pengaturan batiniah dari hukum hayat mungkin tidak setuju. Pengaturan batiniah mengatur kita sesuai dengan sifat ilahi. Gaya rambut tertentu mungkin tidak sesuai dengan sifat Allah. Saat Anda mempertimbangkan gaya rambut ini, Anda akan mengalami pengaturan hukum batiniah. Pengaturan ini tidak berubah, tetapi bimbingan Tuhan mengenai hari kapan Anda harus pergi ke tempat potong rambut mungkin berbeda dari waktu ke waktu.
Memperhatikan Pengaturan dan Pengurapan Batiniah bagi Transformasi Metabolik Kita
Kita semua perlu belajar bagaimana memperhatikan pengaturan batiniah dan pengurapan batiniah. Semakin kita memperhatikan kedua hal ini, semakin banyak kita akan mencerna nutrisi rohani yang kita terima melalui doa baca. Semakin banyak firman Tuhan yang kita makan, semakin kita membutuhkan pencernaan yang baik. Setelah beberapa waktu, beberapa saudara tidak lagi tertarik pada doa baca. Alasan mereka kehilangan selera adalah karena mereka memiliki pencernaan yang buruk. Cara yang tepat untuk mencerna makanan rohani yang kita terima melalui doa baca adalah dengan memelihara pengaturan batiniah dan pengurapan batiniah.
Saat kita doa baca firman Tuhan, awalnya kita mungkin tidak memahami banyak dari apa yang kita baca. Namun, setelah kita doa baca, apa pun yang kita terima dari Tuhan dalam firman‑Nya akan ada di dalam diri kita, menerangi, bersinar, mengatur, dan mengurapi. Semakin kita memperhatikan pengaturan batiniah dan pengurapan batiniah, semakin kita lapar akan Tuhan. Jika kita lalai terhadap pengaturan dan pengurapan batiniah, kita mungkin kehilangan selera kita akan Tuhan. Semakin kita berjalan sesuai dengan pengaturan dan pengurapan batiniah, semakin kita akan mencerna makanan yang kita terima melalui doa baca. Dengan doa baca dengan pencernaan rohani yang memadai, kita akhirnya akan ditransformasi ke dalam gambar Tuhan dari kemuliaan ke kemuliaan (2 Kor. 3꞉18).
Sumber꞉ Enjoying the Riches of Christ to Become the Body as His Fullness, CWWL, 1967, vol. 2, ch. 2