Artikel

Doa‑baca untuk Dirawat Dengan Kekayaan Kristus Bagi Pembangunan Tubuh untuk Menjadi Kepenuhan Kristus

23 Aug 2026
6 menit baca

Efesus 1꞉22‑23

Segala sesuatu telah diletakkan‑Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan‑Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh‑Nya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
 

MENIKMATI KEKAYAAN KRISTUS UNTUK MENJADI KEPENUHAN‑NYA

Dalam Efesus 1꞉22‑23, Kita harus memperhatikan kata kecil “kepada”. Apa pun yang Allah rampungkan melalui Kristus dan semua yang Allah berikan kepada Dia bukan hanya “untuk” gereja, tetapi “kepada” gereja. Frasa “kepada jemaat” dalam Efesus 1꞉22 menunjukkan transmisi terus‑menerus. Semua yang Allah telah kerjakan melalui Kristus dan diberikan kepada Kristus, sedang ditransmisikan kepada gereja. Selain itu, gereja adalah Tubuh Kristus. Ini bukan tubuh Yesus, yang disalibkan di kayu salib, tetapi Tubuh dari Kristus yang ditinggikan, yang memenuhi semua dan di dalam segala sesuatu. Tubuh adalah kepenuhan dari Kristus yang tidak terbatas dan tidak terduga, Yang memenuhi semua dan di dalam segala sesuatu. Gereja tidak objektif terhadap Kristus; sebaliknya, gereja bersatu dengan Dia. Dia adalah Kepala dan gereja adalah Tubuh‑Nya, kepenuhan‑ Nya sebagai ekspresi‑Nya. Apa adanya Kristus sebagai Kepala ditransmisikan kepada gereja sebagai Tubuh‑Nya.

Efesus 3꞉8 memperlihatkan bagaimana gereja dapat menjadi kepenuhan, ekspresi dari Yang tak terbatas. Ayat ini mengatakan, “Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah diberikan anugerah ini, untuk memberitakan kepada orang‑orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu.” Paulus diberi anugerah bukan hanya untuk menyajikan pengajaran mengenai Kristus, tetapi juga untuk memberitakan kekayaan Kristus yang tidak terduga. Ini menunjukkan bahwa gereja menjadi kepenuhan Kristus melalui dirawat dengan kekayaan Kristus yang tidak terduga. Kepenuhan Kristus adalah hasil menikmati kekayaan Kristus. Ketika kita menikmati dan dirawat oleh kekayaan Kristus, kita menjadi kepenuhan‑Nya. Kita dapat mengilustrasikan hal ini dengan kekayaan Amerika. Kekayaan Amerika adalah produk Amerika, termasuk daging sapi, ayam, buah‑buahan, sayuran, biji-bijian, dan banyak lagi yang lainnya. Kepenuhan Amerika, yaitu ekspresi kekayaan Amerika, tersusun dari semua orang yang telah makan kekayaan Amerika. Jika Amerika tidak memiliki kekayaan, Amerika akan menjadi negara miskin. Jika Amerika hanya memiliki kekayaan tetapi tidak ada orang yang menikmatinya, tidak akan ada kepenuhan. Kepenuhan adalah hasil dari kenikmatan atas kekayaan. Orang Amerika adalah kepenuhan Amerika, karena mereka telah menikmati kekayaan Amerika. Mereka adalah susunan dari seluruh kekayaan Amerika yang mereka makan, Karena itu, kekayaan menghasilkan kepenuhan. Dengan cara yang sama, kepenuhan Kristus berasal dari kenikmatan kita atas kekayaan Kristus. Gereja sebagai Tubuh Kristus adalah kepenuhan Kristus, Yang tidak terbatas, karena gereja menikmati seluruh kekayaan‑Nya. Ketika kita makan Kristus, kekayaan‑Nya diasimilasi ke dalam diri kita, membuat kita menjadi Tubuh sebagai kepenuhan‑Nya, ekspresi‑Nya. Tanpa menikmati kekayaan Kristus, tidak akan ada kepenuhan Kristus. Kekayaan Kristus adalah apa adanya Dia, dan kepenuhan Kristus adalah Tubuh‑Nya sebagai hasil dari kenikmatan atas kekayaan ini.


DIRAWAT DAN DIASUH OLEH TUHAN DALAM FIRMAN‑NYA MELALUI MELAKSANAKAN DOA‑BACA

Efesus 3꞉14‑19 adalah doa Rasul Paulus. Ayat 16 dan 17 mengatakan, “Aku berdoa supaya la, menurut kekayaan kemuliaan‑Nya, menguatkan kamu dengan kuasa melalui Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus tinggal di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Manusia batiniah kita adalah roh kita yang telah dilahirkan kembali. Kita perlu dikuatkan ke dalam roh kita yang telah dilahirkan kembali, supaya Kristus dapat membuat rumah‑Nya di dalam hati kita. Hati kita adalah manusia batiniah kita, termasuk hati nurani kita sebagai bagian dari roh kita, ditambah seluruh jiwa kita. Kristus membuat rumah‑Nya di dalam hati kita berarti Dia bukan saja tinggal di dalam roh kita, tetapi juga menjenuhi seluruh manusia batiniah kita.

Cara yang Kristus rampungkan ini dapat ditemukan dalam Efesus 5꞉29 yang mengatakan, “Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi memelihara dan merawatnya, sama seperti Kristus terhadap jemaat.” Tuhan memelihara dan merawat gereja, yang adalah Tubuh‑ Nya. Dalam 1 Tesalonika 2꞉7, Paulus sekali lagi memakai kata mengasuh. Ayat ini mengatakan, “Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawat anaknya.” Paulus bukan hanya merawat orang Tesalonika, tetapi juga mengasuhnya. Merawat adalah memberi makan, dan mengasuh adalah memberikan perhatian lemah lembut kepada seseorang dengan penuh kasih melalui menyuplai semua yang dia perlukan. Kita dapat mengilustrasikan ini dengan perhatian seorang ibu. Seorang ibu memberi makan anaknya dengan makanan yang bergizi, dan ia juga memeluk anaknya dengan lemah lembut dan memperhatikan anaknya sepenuhnya dengan rinci.

Tuhan merawat Tubuh‑Nya melalui firman‑Nya. Jika kita hanya menerima pengajaran untuk pengetahuan tanpa perawatan, kita akan menjadi miskin dan lemah. Cara unik agar Tubuh terawat adalah menerima Tuhan dalam firman‑Nya. Karena itu, kita perlu membaca firman dengan penuh doa, yaitu mendoabacakan firman secara hidup dalam roh. Untuk menerima perawatan dari firman Allah, kita harus menerima firman melalui sarana doa (Ef. 6꞉17‑18). Apa yang gereja perlukan hari ini adalah perawatan, yang kita terima ketika kita melatih roh kita untuk mendoabacakan firman. Tuhan ingin dan berharap mendapat jalan untuk merawat kita. Banyak orang Kristen hari ini berhubungan dengan firman Tuhan hanya melalui mempelajari, mengkaji, dan mendengarkan khotbah‑khotbah. Itu tidak memadai. Kita perlu melatih roh kita untuk mendoabacakan firman. Ketika kita mendoabacakan firman, kita membuka diri kita kepada Tuhan dan menyiapkan jalan bagi Dia untuk merawat kita.

Berdoa tanpa firman sering kali tidak memadai. Ketika kita berdoa tanpa firman, kita mungkin meminta Tuhan melakukan hal‑hal praktis dan bahkan hal‑hal rohani menurut pikiran dan ingatan alamiah kita. Setelah mengulang jenis doa ini setiap hari, kita mungkin merasa lelah dan kehilangan rasa dan kedambaan untuk berdoa. Kita mungkin mencurahkan banyak waktu untuk mempelajari firman tanpa berdoa, tetapi ini juga tidak akan membuat kita mendapat rawatan dan asuhan Tuhan. Rahasia mengontak Tuhan dalam firman‑Nya adalah doa‑baca. Setelah mendoabacakan beberapa ayat, kita akan penuh riang dan sukacita. Tidak peduli ayat apa yang kita doa‑bacakan, kita akan menerima rawatan dan asuhan. Bertahun‑tahun kita tidak tahu rahasia ini. Sekarang Tuhan telah memperlihatkan kepada kita bahwa kita dapat mengambil Alkitab kapan saja dan mendoabacakannya.

Ketika kita mulai melaksanakan hal ini, banyak orang yang menyimpang telah dipulihkan, dan jumlah orang beriman meningkat. Sebagai Kepala yang bijak, Tuhan tahu bagaimana merawat dan mengasuh Tubuh‑Nya. Melalui doa‑baca, kita makan Kristus, menikmati Dia, berbagian atas Dia, dan mengasimilasi segala kekayaan‑Nya untuk menjadi kepenuhan‑Nya. Agar kita bertumbuh, kita perlu satu unsur yang olehnya kita dapat bertumbuh. Sama seperti kita secara fisik bertumbuh dengan makan daging, buah‑buahan, dan sayuran, kita sebagai anggota Tubuh Kristus bertumbuh dengan kekayaan Kristus yang diwujudkan dalam firman‑Nya yang hidup. Dengan menikmati kekayaan Kristus melalui doa‑baca, kita akan menjadi kepenuhan Kristus. Dia akan membuat rumah-Nya di dalam hati kita, menjenuhi dan menduduki setiap bagian diri kita, dan kita akan menjadi satu dengan Dia dan dengan orang lain. Dengan cara ini gereja akan menjadi kepenuhan yang hidup dari Sang Kepala.


Sumber꞉ Doa Baca, Bab 3.