Artikel

Doa‑baca Firman untuk Berjalan Menurut Roh Perbauran

26 Jul 2026
6 menit baca

1 Korintus 6꞉17

Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
 

FIRMAN DAN ROH DALAM INJIL YOHANES

Injil Yohanes menempati tempat khusus dalam Alkitab karena merupakan kitab hayat. Injil ini dimulai dengan mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman…dan Firman itu adalah Allah” (1꞉1). Gagasan dalam ayat ini sangat mendalam. Frasa “pada mulanya” berarti sejak kekekalan, sebelum dunia dijadikan. Pada mulanya, sejak kekekalan, ada Firman, dan Firman itu adalah Allah. Dalam ayat 4, Yohanes melanjutkan dengan mengatakan bahwa dalam Firman ini ada hayat dan bahwa hayat ini adalah terang bagi manusia. Dalam Firman ini, yang adalah Allah sendiri, terdapat hayat dan terang. Suatu hari Firman ini menjadi daging dan tinggal di antara kita, penuh dengan kasih karunia dan kebenaran (ay.14). Kasih karunia adalah Allah yang kita nikmati, dan kebenaran adalah Allah yang kita sadari. Inilah Firman, yang adalah Allah sendiri, di dalam Dia ada hayat dan terang, dan yang menjadi daging untuk tinggal di antara kita agar kita dapat menyadari dan menikmatinya. Lebih lanjut, dalam Yohanes 6꞉63 Tuhan berkata, “Rohlah yang memberi hidup…Perkataan‑perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” Jika kita menggabungkan semua ayat ini dan membacanya berulang‑ulang, sambil melatih roh kita untuk berdoa atasnya, kita akan melihat sesuatu yang menakjubkan.

Suatu hari, Dia yang adalah Firman itu pergi ke salib, mati, dikuburkan, dan dalam tiga hari bangkit kembali, meninggalkan kubur yang kosong. Pada petang hari kebangkitan‑Nya, Ia menampakkan diri kepada murid‑murid‑Nya dengan cara yang ajaib yang tidak dapat dipahami oleh siapa pun. Pintu‑pintu ruangan tertutup, namun Tuhan masuk ke dalam ruangan dengan tubuh jasmani yang dapat disentuh oleh murid‑murid (20꞉19‑20, 26‑27). Kemudian Ia menghembuskan napas kepada mereka dan berkata kepada mereka, “Terimalah Roh Kudus” (ay.22). Kata roh adalah terjemahan dari kata Yunani pneuma, yang juga berarti “nafas.” Dengan demikian, Tuhan menyuruh murid‑murid untuk menerima Pneuma Kudus, Nafas Kudus.

Di awal Injil ini ada Firman, dan di akhir ada Nafas, Pneuma. Yohanes memberi tahu kita bahwa Firman itu adalah Allah sendiri dan bahwa di dalam Dia ada hayat, dan hayat ini adalah terang manusia. Kemudian Firman ini menjadi daging dan disebut Anak Domba Allah, yang akan disalibkan di kayu salib untuk menghapus dosa dunia (1꞉29). Yohanes juga mengungkapkan bahwa Dia adalah kebenaran (8꞉32, 36), jalan (14꞉6), pintu (10꞉9), gembala (ay.11), dan banyak hal lainnya. Namun, di akhir kitab ini, Dia yang luar biasa, mendalam, dan menakjubkan ini adalah Nafas. Dia menampakkan diri kepada murid‑murid dan menghembuskan nafas ke dalam mereka, sambil berkata, “Terimalah Roh Kudus,” yang merupakan Nafas Kudus. Injil Yohanes mengungkapkan bahwa Pribadi yang luar biasa ini, yang merupakan segalanya bagi kita, pada akhirnya adalah Nafas (Roh) bagi kita.


ROH ILAHI DAN ROH INSANI KITA MENJADI SATU ROH

Satu Korintus 6꞉17 mengatakan, “siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Menjadi seorang Kristen bukanlah sekadar masalah menjadi kudus, menang, baik hati, rendah hati, atau sabar; melainkan ini adalah masalah menjadi satu roh dengan Tuhan. Kita perlu menyadari tiga hal. Pertama, kita perlu menyadari bahwa Tuhan adalah Roh (2 Kor. 3꞉17). Kedua, kita harus menyadari bahwa kita memiliki roh insani (1 Tes. 5꞉23; Ibr. 4꞉12). Yohanes 3꞉6 mengatakan, “yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Setiap orang percaya memiliki roh manusia yang tidak hanya diciptakan oleh Allah tetapi juga telah diperbarui oleh Allah dan bersama Allah dalam penebusan‑Nya. Dengan demikian, Tuhan adalah Roh, dan kita memiliki roh yang telah diperbarui. Ketiga, kita perlu menyadari bahwa Tuhan yang adalah Roh sekarang bersama roh kita yang telah diperbarui (Rom. 8꞉16). Dengan kata lain, kedua roh ini telah menyatu menjadi satu roh. Poin ini sangat penting bagi kehidupan Kristen kita. Kita semua harus tahu bahwa kita adalah satu roh dengan Tuhan dan bahwa yang perlu kita lakukan hanyalah berjalan sesuai dengan roh yang menyatu ini. Roma 8꞉4 mengatakan bahwa kita hidup bukan menurut daging, tetapi menurut roh. Satu‑satunya yang perlu kita lakukan adalah berjalan sesuai dengan roh ini. Masalah kita saat ini adalah kita tidak berjalan sesuai dengan roh. Sebaliknya, kita berjalan dan melakukan sesuatu menurut konsep kita.


BERDOA DAN MEMBACA ADALAH CARA TERBAIK UNTUK BERJALAN MENURUT ROH

Cara terbaik untuk berjalan dan melakukan segala sesuatu sesuai dengan Roh adalah dengan doa‑baca Firman Allah. Ketika kita berdoa sambil membaca Firman dengan melatih roh kita, kita menyentuh Tuhan. Kita seperti baterai, dan Tuhan seperti pembangkit listrik. Semakin banyak kita berdoa sambil membaca, yaitu, semakin banyak kita menyentuh Tuhan, semakin banyak energi yang kita miliki. Setelah beberapa waktu, kita akan sepenuhnya dipenuhi oleh Tuhan sebagai listrik ilahi. Semakin banyak kita berdoa sambil membaca dan semakin banyak kita menyentuh Tuhan, semakin banyak kita akan dipenuhi dengan kekayaan Kristus. Setelah sepenuhnya dipenuhi, kita hanya perlu bekerja sama dengan "listrik" di dalam diri kita. "Listrik" di dalam diri kita membutuhkan kerja sama kita.

Misalkan kita memiliki masalah dengan istri kita. Tidak perlu bagi kita untuk mencoba bersikap rendah hati, sabar, atau berdebat. Semakin kita melakukan ini, semakin banyak masalah yang akan kita timbulkan. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah doa‑baca, karena ketika kita menjamah roh, kita dipenuhi dengan listrik surgawi. Namun, setelah dipenuhi, kita masih perlu bekerja sama dengan listrik ini. Setelah doa‑baca Firman dan menjamah Tuhan, secara bertahap dan spontan Tuhan di dalam diri kita akan membuat kita menyadari bahwa kita perlu dipangkas. Kita akan menyadari bahwa bukan istri kita yang salah, tetapi kitalah yang salah dan perlu diperbaiki dan dipangkas. Oleh karena itu, kita semua perlu bersedia bekerja sama dengan listrik ilahi di dalam diri kita. Inilah yang disebut berjalan menurut roh.

Ini mengharuskan kita meluangkan waktu untuk doa‑baca. Terlepas dari seberapa sibuknya kita, setiap hari kita meluangkan waktu untuk makan. Dengan cara yang sama, kita semua perlu meluangkan waktu untuk doa-baca Firman. Kita perlu melakukan perubahan radikal dalam konsep kita tentang Firman. Kita tidak boleh menganggap Firman hanya sebagai firman tertulis Allah; kita harus menganggapnya sebagai perwujudan Roh yang hidup. Kita tidak boleh datang kepada Firman terutama untuk pemahaman, pengetahuan, atau pengajaran. Sebaliknya, kita harus menjamah firman dalam Kitab Suci dengan menggunakan roh kita untuk doa‑baca. Ketika kita menjamah firman ilahi dengan cara ini, kita menggeseknya dengan roh kita, dan firman itu menjadi Roh. Semakin sering kita doa‑baca Firman dengan cara ini, semakin kita akan dipenuhi dengan Roh, seperti halnya baterai yang diisi dengan listrik. Inilah yang kita butuhkan. Setelah itu, kita perlu bekerja sama dengan Roh Kudus yang ada di dalam kita. Roh Kudus akan mengerjakan banyak hal di dalam kita untuk Tuhan. Roh Kudus akan menyesuaikan kita, mengoreksi kita, memangkas kita, mengubah kita, menundukkan kita, dan bahkan meremukkan kita. Kita hanya perlu bekerja sama denganNya.


Sumber꞉ Sacramento Conference, CWWL, 1967, vol. 2, ch. 5.