Pembacaan Alkitab꞉ Yoh. 1꞉11, 16; 21꞉15-17; 1 Ptr. 2꞉25; 5꞉4; Ibr. 13꞉20; Why. 1꞉13; 2꞉1, 7
Mazmur 22 sampai 24 adalah sekelompok mazmur yang mewahyukan Kristus dari penyaliban‑Nya melalui penggembalaan‑Nya kepada kedudukan raja‑Nya di zaman yang akan datang. Melalui Mazmur 23, kita dapat melihat mengenai Kristus sebagai Gembala dalam kebangkitan dan kenaikan‑Nya, yang menjadi jembatan antara kematian Kristus yang menebus dan kebangkitan‑Nya yang menghasilkan gereja dalam Mazmur 22 dan kedatangan kembali Kristus sebagai Raja, yang akan mendapatkan kembali seluruh bumi melalui gereja sebagai Tubuh‑Nya dalam Mazmur 24. Dalam ministri surgawi‑Nya, Kristus menggembalakan orang‑orang, dan kita perlu bekerja sama dengan Dia melalui menggembalakan orang‑orang; jika persekutuan ini diterima oleh kita, akan ada satu kebangunan baru di bumi untuk membawa Tuhan datang kembali.
Injil Yohanes memiliki dua puluh satu pasal, tetapi sebenarnya berakhir pada pasal 20. Yohanes 21 mewahyukan ministri kerasulan dalam kerja sama dengan ministri surgawi Kristus; ini adalah kelengkapan dan perampungan Injil Yohanes. Seluruh kitab ini membahas ministri bumiah Kristus, dimulai dengan inkarnasi‑Nya sebagai Firman Allah untuk menjadi seorang manusia dalam daging (1꞉14) dan berakhir dengan kebangkitan‑Nya sebagai Adam yang akhir untuk menjadi Roh pemberi‑hayat (20꞉22); Jadi, pasal 21 seharusnya adalah tambahan. Meskipun pernyataan tersebut benar, lebih intrinsik berkata bahwa Yohanes 21 adalah kelengkapan dan perampungan dari Injil Yohanes; pasal ini merampungkan seluruh Injil Yohanes dengan memperlihatkan bahwa ministri surgawi Kristus dan ministri para rasul di bumi bekerja sama untuk melaksanakan ekonomi Allah.
Dalam Yohanes 10꞉10‑11 dan 16 Tuhan menyingkapkan kepada murid‑murid bahwa Dia adalah Gembala yang baik yang datang agar domba‑domba itu bisa memiliki hayat yang berlimpah‑limpah dan bahwa Dia memiliki domba‑domba lain (orang bukan Yahudi) yang harus Dia pimpin untuk bergabung dengan mereka (kaum beriman Yahudi) untuk menjadi satu kawanan (satu gereja) di bawah satu Gembala. Ketika Tuhan tinggal bersama murid-murid‑Nya setelah kebangkitan‑Nya dan sebelum kenaikan‑Nya, dalam salah satu penampakan‑Nya, Dia mengamanatkan Petrus untuk memberi makan anak‑anak domba‑Nya dan menggembalakan domba‑domba‑Nya sewaktu Dia tidak ada, ketika Dia ada di surga (Yoh. 21꞉15‑17). Ini adalah menginkorporasikan ministri kerasulan dengan ministri surgawi Kristus untuk memperhatikan kawanan domba Allah, yang adalah gereja yang menghasilkan Tubuh Kristus.
Dalam Kitab Kisah Para Rasul, Petrus berkata, “Supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman” (6꞉4); ini adalah bekerja sama dengan ministri surgawi doa syafaat Kristus (Ibr. 7꞉25) dan meministrikan Allah ke dalam umat‑Nya (8꞉2). Petrus begitu terkesan dengan amanat dari Tuhan ini sehingga dalam kitabnya yang pertama dia memberi tahu kaum beriman bahwa mereka seperti domba yang tersesat, tetapi mereka sekarang telah kembali kepada Gembala dan Penilik jiwa mereka (1 Ptr. 2꞉25). Kristus menghuni kita untuk menjadi hayat dan segala sesuatu kita, tetapi Dia juga menilik, menyelidiki, kondisi dan situasi batin kita. Dia menggembalakan kita dengan memperhatikan kesejahteraan batin kita dan dengan melaksanakan kepenilikan‑Nya atas kondisi jiwa kita, persona kita yang sesungguhnya.
Dalam Kisah Para Rasul 20꞉28 Paulus memberi tahu para penatua di Efesus, “Jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi pengawas untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh‑Nya dengan darah‑Nya sendiri.” Paulus berkata, “Aku tahu bahwa sesudah aku pergi, serigala‑serigala yang ganas akan masuk ke tengah‑tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu” (ayat 29); rasul tidak menghiraukan nyawanya sendiri (ayat 24), tetapi ia sangat prihatin akan masa depan gereja, yang adalah mustika bagi dia dan bagi Allah.