Artikel

Mencapai Puncak Tertinggi dari Wahyu Ilahi

06 Sep 2026
3 menit baca

Pembacaan Alkitab꞉ 1 Tim. 1꞉4; Ef. 1꞉10; 3꞉9; Rm. 1꞉3-4
 

Puncak tertinggi dari wahyu ilahi yang diberikan kepada kita oleh Allah adalah wahyu tentang ekonomi kekal Allah—Allah menjadi manusia agar manusia bisa menjadi Allah dalam hayat dan dalam sifat tetapi bukan dalam ke‑Allahan. Seluruh Alkitab, yang adalah penjelasan dari ekonomi kekal Allah, adalah autobiografi dari Allah Tritunggal, yang terlihat dalam dua bagian kekekalan dan pada jembatan waktu. Allah Tritunggal datang dari kekekalan ke dalam waktu dan dengan keilahian‑Nya untuk masuk ke dalam keinsanian untuk menjadi Allah yang berinkarnasi bagi pergerakan‑Nya secara langsung dalam manusia, seperti yang terlihat dalam keempat Injil, bagi perampungan penebusan yuridis‑Nya (Yoh. 1꞉4, 29). Dalam kebangkitan, Dia menjadi Allah yang majemuk, Allah yang telah “melalui proses,” Roh pemberi‑hayat yang almuhit, yang terlihat dalam Kitab Kisah Para Rasul dan Surat‑surat Kiriman, bagi pelaksanaan keselamatan organik‑Nya (1 Kor. 15꞉45b; Flp. 1꞉19). Inkorporasi ilahi‑insani yang universal dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali, ditransformasi, dan dimuliakan adalah sasaran ekonomi kekal Allah. Wahyu sentral Allah dan pemulihan Tuhan adalah Allah menjadi daging, daging menjadi Roh pemberi‑hayat, dan Roh pemberi-hayat menjadi Roh yang diintensifkan tujuh ganda untuk membangun gereja yang menjadi Tubuh Kristus dan yang merampungkan Yerusalem Baru.

Allah menjadi manusia agar manusia dapat menjadi Allah dalam hayat dan dalam sifat tetapi bukan dalam ke‑Allahan adalah esensi dari seluruh Alkitab, “berlian” di dalam “kotak” Alkitab, ekonomi kekal Allah. Proses ini diperlukan supaya manusia dapat berbagian di dalam hayat Allah, sifat Allah, pikiran Allah, diri Allah, gambar Allah, kemuliaan Allah, keputraan Allah, dan manifestasi Allah. Bukan hanya itu saja, kita pun dapat memiliki rupa Allah dan menjadi jenis Allah – spesies Allah, betapa menakjubkan!

Puncak tinggi dari wahyu ilahi—“berlian” di dalam “kotak” Alkitab—adalah wahyu bahwa di dalam Kristus, Allah telah menjadi manusia agar manusia bisa menjadi Allah dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan (2 Sam. 7꞉12‑14a; Rm. 1꞉3‑4). “Allah menjadi manusia dan manusia menjadi Allah” adalah ekonomi Allah (1 Tim. 1꞉4). Ekonomi kekal Allah adalah untuk menjadikan manusia serupa dengan Dia dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam ke‑Allahan dan untuk menjadikan diri‑Nya esa dengan manusia dan manusia esa dengan Dia, untuk diperbesar dan diperluas dalam ekspresi‑Nya, sehingga semua atribut ilahi‑Nya bisa diekspresikan dalam kebajikan-kebajikan insani.

Allah menjadi manusia untuk memiliki reproduksi massal dari diri‑Nya dan karenanya menghasilkan satu jenis baru—jenis manusia-Allah. Bagi penggenapan ekonomi Allah, kita memerlukan Allah untuk membangun diri‑Nya sendiri dalam Kristus ke dalam kita sebagai hayat kita, sifat kita, dan susunan kita untuk menjadikan kita Allah dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam ke‑Allahan. Allah menjadi manusia melalui inkarnasi; manusia menjadi Allah melalui kelahiran kembali, pengudusan, pembaruan, transformasi, penyerupaan dan pemuliaan (Rm. 12꞉2; 8꞉29‑30).

Hanya melalui Allah menjadi manusia untuk menjadikan manusia Allah, Tubuh Kristus bisa dihasilkan; butir ini adalah puncak tinggi dari visi yang diberikan kepada kita oleh Allah. Manusia‑Allah yang korporat bertumbuh untuk tujuan membangun Tubuh Kristus yang organik bagi penggenapan ekonomi kekal Allah (Ef. 4꞉12‑13, 15‑16). Allah hanya dapat dimanifestasikan melalui Tubuh Kristus. Tubuh Kristus adalah manifestasi Allah itu sendiri bagi penggenapan ekonomi kekal Allah.Tidak peduli seberapa banyak diri alamiah kita dapat dibangun, dan tidak peduli seberapa banyak kapasitas alamiah kita dapat dikembangkan, secara alamiah kita tidak pernah dapat menjadi manifestasi Allah, dan kita tidak pernah dapat menjadi bagian dari Tubuh Kristus. Ini harus menjadi tanggung jawab para manusia‑Allah.