Pembacaan Alkitab꞉ Hab.3꞉2; Kis.26꞉19, 22; Mat.14꞉19; 22-23; Flp.1꞉19-22, 25; Yoh.21꞉15-17
Kedambaan yang mendalam untuk mengalami kebangunan yang baru guna mengakhiri zaman ini selalu ada di dalam batin umat pilihan Allah di sepanjang generasi. Kebangunan yang baru ini bukanlah sekadar pengulangan gerakan sejarah masa lalu yang belum tuntas seperti Reformasi Martin Luther, melainkan sebuah kebangunan yang terbesar, tertinggi, dan terakhir sebelum kedatangan Tuhan kembali. Kebangunan ini diawali dengan mencapai pilar pertama, yaitu mencapai puncak tertinggi wahyu ilahi mengenai ekonomi kekal Allah. Wahyu pusat ini menyingkapkan misteri seluruh alam semesta bahwa Allah menjadi manusia agar manusia dapat menjadi Allah dalam hayat dan sifat‑Nya, tetapi bukan dalam ke‑Allahan. Kebenaran mulia ini diibaratkan sebagai "berlian di dalam Alkitab" yang bertujuan untuk menghasilkan dan membangun Tubuh Kristus demi merampungkan Yerusalem Baru. Ketika seluruh umat pilihan Allah melihat visi pusat ini—bahwa Allah menjadi daging, daging menjadi Roh pemberi hayat, dan Roh itu diperkuat tujuh ganda—kita akan terdorong untuk bangkit berdoa memohon kebangunan baru yang belum pernah tercatat dalam sejarah.
Visi agung tersebut selanjutnya menuntut pelaksanaan praktis melalui pilar kedua, yaitu menempuh kehidupan manusia‑Allah yang korporat dalam kehidupan sehari‑hari. Kehidupan harian kita tidak boleh lagi berjalan dalam kesia‑siaan, melainkan harus menjadi salinan dan reproduksi nyata dari Kristus sebagai manusia‑Allah yang pertama, yang senantiasa menyangkal diri‑Nya di dalam keinsanian demi memperhidupkan hayat Bapa. Sebagaimana Tuhan Yesus memulai pelayanan-Nya dengan dibaptis untuk menggenapi seluruh keadilbenaran dan mengakui bahwa tubuh daging‑Nya hanya layak mati dan dikubur, kita pun harus belajar dari‑Nya untuk bergantung sepenuhnya kepada Bapa sebagai sumber segala berkat. Jalan satu‑satunya untuk menempuh kehidupan ini adalah dengan menempatkan seluruh diri kita di dalam roh perbauran dan bergerak‑hidup menurut pimpinan Roh realitas. Ketika kita mempraktikkan hal ini, secara spontan akan terbangun sebuah model korporat yang merupakan realitas Tubuh Kristus yang akan membawa Tuhan datang kembali.
Kebangunan baru yang sejati ini akhirnya dirampungkan secara praktis melalui pilar ketiga, yaitu berbagian dalam pelayanan surgawi Kristus dengan menggembalakan menurut Allah. Pelayanan penggembalaan ini dilakukan dengan meneladani Kristus yang mengasuh kita dalam keinsanian‑Nya untuk menghibur dan membuat kita merasa nyaman, serta merawat kita dalam keilahian‑Nya dengan menyalurkan hayat ilahi secara organik demi merampungkan keselamatan organik-Nya. Kita memerlukan hati Bapa yang penuh kasih dan pengampunan serta roh Juruselamat yang menggembalakan dan mencari jiwa‑jiwa. Mengikuti teladan Rasul Paulus yang menggembalakan dengan banyak air mata bagaikan ibu menyusui yang mengasuh anaknya dan bapak yang menasihati anak-anaknya sendiri, kita harus memperlakukan gereja sebagai rumah untuk memelihara, rumah sakit untuk menyembuhkan, dan sekolah untuk membangun di dalam kasih. Melalui kasih sebagai jalan yang paling unggul, jika seluruh gereja menerima beban penggembalaan yang luar biasa ini, kebangunan sejati yang besar akan terwujud untuk membawa zaman ini berakhir.