Artikel

Kitab Suci, Roh Kudus, dan Roh Manusia

05 Jul 2026
6 menit baca

Yohanes 6꞉63

Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan‑perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.


MENYELIDIKI KITAB SUCI DAN DATANG KEPADA TUHAN UNTUK MEMPEROLEH HAYAT

Yohanes 5꞉39‑40 mengatakan, “Kamu menyelidiki Kitab‑kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh‑Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab‑kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada‑Ku untuk memperoleh hidup.” Dari dua ayat dalam Alkitab ini kita dapat melihat tiga hal꞉ pertama, Kitab Suci memberi kesaksian tentang Tuhan; kedua, orang mungkin menyelidiki Kitab Suci tetapi tidak mau datang kepada Tuhan untuk memperoleh hayat; ketiga, cara yang tepat untuk menyelidiki Kitab Suci adalah dengan datang kepada Tuhan untuk memperoleh hayat, yang menunjukkan bahwa menyelidiki Kitab Suci dan datang kepada Tuhan seharusnya merupakan hal yang sama. Ketika kita menyelidiki Kitab Suci, kita harus berkontak dengan Tuhan, dan untuk berhubungan dengan Tuhan, kita perlu menyelidiki Kitab Suci. Ini menunjukkan bahwa kedua hal ini, berhubungan dengan Tuhan dan membaca firman‑Nya, seharusnya tidak pernah dipisahkan. Ketika kedua hal ini menyatu menjadi satu, kita memperoleh hayat.


ALKITAB DAN ROH KUDUS BERKOORDINASI BERSAMA

Allah ingin memberikan Diri‑Nya kepada kita untuk kenikmatan dan pengalaman kita. Ia melakukan ini melalui dua cara꞉ Alkitab dan Roh Kudus. Jika hanya ada Roh di dalam kita tanpa Alkitab di luar kita, kita hanya akan memiliki perasaan rohani, inspirasi dan pergerakan Roh Kudus di dalam kita. Namun, tanpa penjelasan, kita tidak akan mengerti apa arti pergerakan ini. Di sisi lain, jika hanya ada Alkitab untuk penjelasan secara lahiriah tetapi tidak ada Roh Kudus yang mentransmisikan apa yang dikatakan Alkitab ke dalam roh kita, kita hanya dapat memahami Alkitab dalam pikiran kita tetapi tidak dapat menjamah realitasnya dalam roh kita. Realitas Alkitab adalah Allah, yang adalah Tuhan itu sendiri. Dengan hanya Alkitab yang memberi kita penjelasan lahiriah, kita tidak dapat menjamah Tuhan di batin kita. Seperti yang telah kita lihat, Alkitab adalah hembusan nafas Allah (2 Tim. 3꞉16). Allah sendiri adalah Roh, dan apa pun yang dihembuskan dari Allah, yaitu Roh, adalah roh. Karena itu, Tuhan mengatakan bahwa perkataan‑perkataan yang Dia ucapkan kepada kita adalah roh. Alkitab adalah firman Allah, dan firman ini adalah Roh. Kita tidak pernah boleh memisahkan firman dari Roh; keduanya adalah dua ujung, dua sisi, dari satu hal. Di satu sisi adalah Roh, dan di sisi lain adalah firman. Firman berada di luar kita, dan Roh berada di dalam kita. Ketika saya menerima firman ke dalam diri saya, firman itu segera menjadi Roh. Kemudian ketika saya mengucapkan firman itu, Roh sekali lagi menjadi firman.


ALLAH DATANG UNTUK MENJADI MAKANAN BAGI MANUSIA

Agar kita dapat menerima makanan rohani, yaitu Allah sendiri, Allah menciptakan kita dengan roh. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Yesus adalah roti hayat. Namun, konsep keagamaan manusia adalah bahwa Allah datang sebagai pribadi yang agung, Yohanes 6꞉15 mengatakan bahwa orang‑orang Yahudi ingin mengambil Tuhan Yesus dengan paksa untuk menjadikan‑Nya raja, tetapi keesokan harinya Ia mengatakan kepada mereka bahwa Ia datang bukan untuk menjadi raja, tetapi untuk menjadi roti hayat bagi mereka (ay.35). Setelah Allah menciptakan manusia, Ia menempatkannya di depan pohon Hayat dan memerintahkannya untuk memperhatikan bagaimana ia akan makan (Kej.2꞉8‑9, 16‑17). Pohon Hayat melambangkan bahwa Allah ingin menjadi hayat dan makanan kita. Bahwa Allah menempatkan manusia di depan pohon Hayat menunjukkan bahwa tujuan Allah menciptakan manusia adalah agar manusia memakan Allah, menerima‑Nya secara praktis.


MENGGUNAKAN ROH KITA UNTUK MENGONTAK DAN MENIKMATI ALLAH

Untuk menerima Allah sebagai makanan rohani kita, kita membutuhkan organ tertentu yaitu roh kita. Apa pun yang ingin kita kontak, kita perlu menggunakan organ yang tepat. Menggunakan mata kita untuk mencium bau tidak berhasil, karena kita menggunakan organ yang salah. Demikian juga, Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah‑Nya dalam roh (4꞉24). Hari ini Allah adalah Roh, dan Dia ingin menjadi makanan kita. Untuk tujuan ini, Dia menciptakan roh di dalam diri kita sebagai organ untuk menerima Dia. Oleh karena itu, hanya ketika kita menggunakan roh kita, kita dapat mengontak dan menerima Dia. Alkitab dan Roh Kudus adalah dua sarana yang diberikan Allah kepada kita untuk menikmati Dia, dan organ yang kita gunakan untuk menerima dan menikmati Allah adalah roh insani kita.


MENGGUNAKAN HATI KITA UNTUK MENGASIHI TUHAN DAN ROH KITA UNTUK MENGONTAK DIA

Mengasihi‑Nya adalah urusan hati, dan mengontak Dia adalah urusan roh. Ada yang bertanya, bukankah cukup jika seseorang mengasihi Tuhan? Pada saat itu, ada Alkitab baru bersampul kulit dan berpinggiran emas di atas meja. Aku mengambilnya dan bertanya padanya, “Apakah kau mencintai Alkitab ini?” Dia menjawab, “Tentu saja.” Lalu aku bertanya, “ Di bagian dirimu yang mana kau mencintainya?” Dia menjawab, “Di hatiku.” Aku berkata, “Kalau begitu, ambillah.” Ketika dia mengulurkan tangannya untuk mengambilnya, aku berkata, “Jangan gunakan tanganmu. Gunakan hatimu saja untuk mengambilnya.” Dia mengira aku bercanda dan bertanya bagaimana hatinya bisa menerima Alkitab. Lalu aku bertanya, “Bukankah kau mengatakan bahwa cukup memiliki hati untuk mencintai?” Setelah aku berbicara seperti itu, dia mulai mengerti. Hati kita adalah organ yang mencintai, bukan organ penerima. Sama seperti hatimu mencintai Tuhan, hatimu juga dapat mencintai Alkitab, tetapi hatimu bukanlah tanganmu. Demikian pula, jika hatimu tidak mencintai Alkitab, kau tidak akan menggerakkan tanganmu untuk mengambilnya. Alkitab berbicara dengan jelas mengenai hal ini. Matius 22꞉37, Markus 12꞉30, dan Lukas 10꞉27 semuanya mengatakan bahwa kita harus mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap hati kita. Ini cukup menunjukkan bahwa hati adalah organ yang mengasihi. Namun, Yohanes 4꞉24 mengatakan, “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah‑Nya dalam roh.” Menyembah adalah soal berkontak. Sama seperti kita menggunakan hati kita untuk mengasihi Tuhan, kita menggunakan roh kita untuk berkontak dengan‑Nya.


MEMBUKA ROH KITA UNTUK MENGONTAK FIRMAN TUHAN SAMA DENGAN MENGGUNAKAN ROH KITA UNTUK MENGONTAK ALLAH

Meskipun kita tahu bahwa kita harus menggunakan roh kita untuk mengontak Allah, kita harus mengetahui cara melakukannya. Alkitab dengan jelas mengatakan kepada kita bahwa Allah itu Roh dan bahwa perkataan-perkataan yang Dia ucapkan juga adalah roh (6꞉63). Dari pengalaman kita, kita belajar bahwa Tuhan ada dalam firman‑Nya dan dalam Roh, dan Dia juga sekarang ada dalam roh kita. Oleh karena itu, yang kita butuhkan hanyalah membuka roh kita untuk mengontak firman Tuhan. Ketika kita mengontak firman dalam Alkitab, roh kita terhubung dengannya. Tuhan ada dalam Alkitab, dan Dia juga adalah Roh. Selain itu, Dia menciptakan roh dalam diri kita sehingga kita, orang‑orang yang telah diselamatkan, dapat memiliki Roh Itu dalam roh kita. Oleh karena itu, kita perlu mengontak Alkitab dengan roh kita. Dengan demikian, kita akan membuka jalan dan pintu bagi Roh Kudus sehingga Dia dapat merespon Alkitab dari dalam roh kita dan membawa Alkitab ke dalam roh kita. Dengan cara ini Tuhan yang hidup sebagai Roh ditransmisikan ke dalam roh kita, dan kita menerima suplaian‑Nya.


Sumber꞉ The Transformation of Life and the Building Up of the Church, CWWL, 1966, vol. 3, ch. 2.