Artikel

Bejana yang Terbuka Bagi Allah (1)

14 Jun 2026
6 menit baca

2 Korintus 4꞉7

Tetapi harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah‑limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.


MAKNA KEJATUHAN MANUSIA

Pada awal Allah menciptakan manusia, Allah tidak bermaksud untuk meminta manusia mengerjakan sesuatu bagi‑Nya. Kehendak hati Allah adalah menciptakan satu bejana untuk menampung Dia dan mengekspresikan Dia, karena itu Allah hanya menginginkan bejana itu terbuka. Apakah sebenarnya makna dari kejatuhan manusia dan sifat sebenarnya dari kejatuhan manusia? Pertama‑tama adalah manusia ingin mengetahui, kemudian manusia ingin mengerjakan, kedua aspek ini adalah makna sebenarnya dari kejatuhan manusia. Godaan si musuh adalah manusia harus menjadi sesuatu maka manusia harus mengetahui sesuatu dan mengerjakan sesuatu, inilah makna sebenarnya dari kejatuhan manusia. Di dalam pandangan Allah, ini adalah perkara yang buruk sekali. Berdasarkan konsep alamiah kita, kita menganggap bahwa penyembah berhala atau hal‑hal yang berhubungan dengan sihir, barulah perkara yang buruk sekali. Tetapi perkara yang paling licik dan paling buruk adalah manusia ingin mengetahui dan ingin mengerjakan sejumlah perkara. Agama membantu manusia untuk mengetahui, juga membantu manusia untuk mengerjakan. Ini sepenuhnya adalah pendidikan yang melawan kehendak kekal Allah. Tidak perlu dipertanyakan lagi, di antara ribuan orang Kristen, Anda tidak akan menemukan satu orang pun yang mengenal bahwa Allah tidak menginginkan kita untuk mengetahui, juga tidak menginginkan kita untuk mengerjakan; Allah hanya menginginkan kita mengasihi Dia, membuka diri kepada Dia.


TIDAK TERBUKA SEPENUHNYA

Kita harus mengakui bahwa seringkali di dalam doa, kita tidak terbuka pada‑Nya bahkan di saat berdoa, kita malah tertutup. Sejak kita beroleh selamat, kita tidak sepenuhnya membuka diri kita, kita selalu menyisakan sesuatu. Bahkan Anda sendiri pun mungkin tidak tahu bahwa Anda memiliki sesuatu yang disisakan, yang tersembunyi. Secara luaran Anda terbuka, tetapi di kedalaman pribadi Anda tidak terbuka, karena itu Tuhan tidak dapat mengerjakan apa‑apa. Bahkan pada saat Anda dikobarkan dan dibangunkan, Anda menjadi aktif dalam melakukan sejumlah perkara dan mengetahui sejumlah perkara. Kemudian tindakan dan pengetahuan Anda itu menjadi kesulitan Anda. Sebelum kita dikobarkan, kita sangat dingin, sebagian besar hanya mengikuti sidang gereja di hari Minggu pagi. Namun sekali mengasihi gereja, perkara pertama yang Anda serap adalah pengetahuan, kemudian mata Anda menjadi terang, seperti mata Hawa yang terang setelah dia makan buah pohon pengetahuan. Dahulu banyak perkara di dalam penghidupan gereja yang tidak mereka lihat, tetapi sekarang mereka telah jelas, maka timbullah pertanyaan mengenai penatua dan perkara penghidupan gereja lainnya. Sekali mata mereka menjadi “terang”, mereka pun mempertimbangkan untuk tidak membiarkan hal‑hal tersebut berada dalam kehidupan gereja. Dengan demikian, pengetahuan mereka itu menimbulkan kesulitan bagi gereja. Kemudian berdasarkan pengetahuan mereka, mereka memutuskan untuk mengerjakan sesuatu.


BEJANA YANG HIDUP DAN TERBUKA

Kita harus menyadari bahwa Allah tidak menginginkan kita untuk mengerjakan apa‑apa; Dia hanya menginginkan kita untuk menjadi sebuah bejana yang hidup. Jika Anda adalah sebuah bejana yang tidak memiliki hayat, seperti botol, maka Anda akan sangat mudah digunakan oleh Tuhan, karena Anda tidak memiliki tekad, pikiran atau emosi. Anda adalah sebuah botol yang tidak memiliki hayat, maka Tuhan dapat membuat Anda terbuka dan mengisi Anda. Tetapi Allah menciptakan sesuatu yang hidup, Dia telah menciptakan sebuah botol yang hidup yang memiliki emosi yang berlimpah, tekad yang kuat, bahkan memiliki pikiran. Setelah jatuh, botol yang hidup ini menjadi kesulitan bagi Allah. Sepanjang sejarah, kesulitan ini terus berada di antara orang Kristen, yaitu mereka menjadi tidak peduli atau mereka akan  bergairah untuk mengetahui dan mengerjakan. Poin ini di dalam Perjanjian Baru sangatlah jelas, terutama dalam surat kiriman Rasul Paulus. Anda mungkin akan berkata bahwa keempat belas surat ini dapat diungkapkan dengan dua kata yaitu bejana yang terbuka. Paulus di dalam kitab Roma 9꞉23 memberitahu kita bahwa Allah menciptakan kita menjadi bejana‑bejana belas kasihan‑Nya, kemudian di dalam 2 Korintus 4꞉7 berkata “Harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat”. Kedua ayat ini dapat menjadi dasar rahasia bagi kita untuk mengalami Kristus dan gereja. Anda mungkin telah mendengar banyak berita mengenai Kristus dan gereja, tetapi jika Anda tidak menyadari bahwa Anda harus menjadi sebuah bejana yang terbuka, maka Kristus dan gereja tidak memiliki jalan. Apakah yang dimaksud dengan bejana yang terbuka? Bejana yang terbuka adalah tidak mengerjakan apa‑apa, hanya terus terbuka agar dipenuhi oleh Allah yang telah melalui proses yaitu Roh yang almuhit, menunggu pintu yang terbuka untuk masuk ke dalam Anda. Seberapa banyak Dia masuk ke dalam Anda, tergantung dari seberapa banyak Anda terbuka kepada‑Nya.


KONDISI YANG TEPAT

Untuk mendapatkan seseorang yang di satu sisi terbuka pada Tuhan, di sisi lain tidak mengerjakan apa‑apa, sungguh tidak mudah. Saat Anda mengasihi seseorang pasti ingin mengerjakan sesuatu bagi dia. Filsafat dan logika kekristenan hari ini memberitahu Anda untuk mengerjakan sesuatu bagi manusia untuk menunjukkan bahwa Anda mengasihi mereka. Namun logika di dalam Alkitab berkata bahwa harus mengasihi Tuhan, tetapi jangan mengerjakan sesuatu bagi Dia berdasarkan diri sendiri. Mengasihi Tuhan harus mengasihi dengan sepenuhnya, tetapi jangan mengerjakan sesuatu bagi Dia berdasarkan diri sendiri. Ini tidaklah mudah. Kadangkala orangorang yang tidak mengasihi Tuhan pun juga ingin mengerjakan sesuatu bagi Dia, ini adalah agama. Kesulitan kita adalah terlalu aktif, kemudian Anda berencana untuk berhenti, pulang ke rumah dan tidur, karena diberitahu bahwa Anda tidak perlu mengerjakan apa‑apa, ini juga salah. Kita harus kembali kepada frasa ”aktif‑pasif”. Mengasihi Tuhan dengan sepenuhnya adalah aktif, tidak mengerjakan apa‑apa adalah pasif. Anda perlu diselamatkan, dikuatkan dan dikuduskan, untuk itu Anda harus mengasihi Tuhan, namun jangan melakukan apa‑apa, Anda harus membiarkan Tuhan mengerjakan sesuatu. Di dalam kondisi kita yang jatuh, kita ingin mengetahui dan ingin mengerjakan. Tetapi yang Tuhan inginkan adalah kita mengasihi Dia dan membuka diri. Jangan mengerjakan apa‑apa, harus membiarkan Dia masuk.

Silahkan Anda membaca tujuh surat di dalam kitab Wahyu. Surat yang pertama ditujukan kepada gereja di Efesus, Mereka memiliki banyak kegiatan, kegiatan‑kegiatan ini adalah baik, tidak ada satu pun yang jahat, namun yang dimustikakan Tuhan adalah kasih mereka yang semula, tetapi mereka telah kehilangan hal ini. Surat keempat ditulis kepada gereja di Tiatira, Tuhan juga mengungkapkan bahwa Dia tahu perbuatan, kasih, iman, pelayanan dan kesabaran mereka. Mereka terlalu banyak pekerjaan! Anda harus menyadari bahwa ketika Anda memiliki terlalu banyak pekerjaan, maka berhala ada di sana. Di antara tujuh gereja itu, berhala di Tiatira‑lah yang terbanyak. Mereka penuh dengan gairah dan kegiatan, di dalam seluruh kegiatan itu terdapat berhala. Perjanjian Baru mewahyukan kepada kita bahwa Allah menginginkan sebuah bejana yang mengasihi Dia dan terbuka kepada Dia. Keselamatan kita ada di sini, rahasia juga ada di sini. Kondisi yang tepat adalah saya tidak perlu mengerjakan sesuatu, namun saya perlu mengasihi Tuhan sampai puncaknya, dan membiarkan diri saya terbuka lebar‑lebar setiap waktu bagi Dia. Inilah yang diwahyukan di dalam Perjanjian Baru, khususnya di dalam empat belas surat kiriman yang ditulis oleh Rasul Paulus. Jika Anda menggunakan ini sebagai kunci dan membaca surat kiriman yang ditulis oleh Paulus, Anda akan melihat bahwa ini adalah isi yang sejati di dalam surat‑surat kirimannya.


Sumber꞉ Perfecting Training, Bab 22