Matius 22꞉37
Jawab Yesus kepadanya, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”
Doa yang Sejati dan Dalam
Allah ingin orang‑orang tebusan‑Nya mengasihi Dia sampai pada puncaknya, tetapi tidak mencoba untuk mengerjakan sesuatu bagi Tuhan. Ini adalah cobaan bagi kita setiap hari. Kita terlalu sering berada di dalam pencobaan setelah kita berdoa. Anda berpikir bahwa setelah berdoa Anda mendapatkan kekuatan dan motivasi untuk mengerjakan sesuatu. Kelihatannya Anda dimotivasi oleh Allah melalui doa. Sebenarnya, motivasi ini sepenuhnya adalah ego. Saya tahu bahwa banyak orang Kristen akan bangkit menentang perkataan ini dan berpikir bahwa ini adalah ajaran bidah. Anda harus menyadari bahwa semakin dalam dan sejati doa anda, doa itu selalu akan meredakan Anda dan mematikan setiap aktivitas Anda. Paku terbesar yang membawa orang kepada salib adalah doa yang sejati dan dalam. Doa yang sejati dan dalam selalu menyalibkan Anda. Pernahkah Anda mengalami hal seperti ini? Ini bukanlah suatu hal yang menakutkan; ini akan menjadi sesuatu yang indah! Jika beberapa orang memotivasi Anda untuk melayani dan saya memberitahu Anda untuk memiliki doa yang dalam dan sejati yang akan mematikan setiap aktivitas dengan memakukannya di atas salib, itu adalah suatu hal yang indah. Jika kedua hal ini terjadi, maka Tuhan akan memiliki jalan. Masalah orang-orang Kristen hari ini adalah tidak memiliki motivasi atau memiliki banyak motivasi tanpa dipaku di atas salib. Jalan yang tepat adalah memiliki banyak motivasi, tetapi setiap motivasi itu disalibkan.
Bejana, Pelita, dan Gadis
Janganlah khawatir bahwa pekerjaan Anda akan disalibkan. Ketika Anda masuk ke dalam pengalaman ini, maka Anda akan berlutut dan memuji Tuhan. Ini adalah sesuatu yang indah. Inilah yang diinginkan Tuhan hari ini. Suatu bejana hanya dapat diisi sesuatu; dan pelita hanya dapat membiarkan dirinya terbuka untuk diisi oleh minyak. Jika keterbukaan ini tertutup, maka tidak akan ada pengisian lagi. Maksudnya adalah tidak akan ada minyak yang berkesinambungan. Pelita tidak mengerjakan sesuatu. Dia hanya membuka dirinya untuk menerima minyak dan untuk bersinar. Sebenarnya, sebuah pelita adalah sebuah bejana yang berisi minyak. Sekarang Anda dapat mengerti perumpamaan tentang sepuluh gadis dalam kitab Matius pasal 25. Gadis itu hanyalah bejana dengan minyak ekstra. Bejana itu berisi minyak untuk membakar dan bersinar. Seorang gadis di mata Allah bukanlah seorang yang sangat sibuk dan sangat aktif dalam mengerjakan sesuatu, melainkan adalah seseorang yang membiarkan dirinya terbuka untuk menerima minyak. Kemudian minyak akan membakar dari dalam untuk membuatnya bersinar. Anda harus melihat hal yang dasar ini.
Menikmati Dia dan Pekerjaan‑Nya
Marilah kita kembali kepada perkara doa. Seringkali sebenarnya bukanlah Allah yang menjawab doa Anda. Sebenarnya, Anda‑lah yang mendoakan diri Anda sendiri. Doa Anda memotivasi Anda. Bukan Tuhan yang menjawab doa Anda untuk menggerakkan Anda. Doa Anda‑lah yang memotivasi Anda. Doa yang paling sejati adalah yang paling mematikan. Semakin Anda berdoa, semakin Anda akan disalibkan. Semakin Anda berdoa, ego Anda yang meluap‑luap itu akan semakin reda. Banyak doa‑doa yang tidak meredakan apa pun; malah meluapkan segala sesuatu. Kita harus kembali kepada Tuhan untuk masuk ke dalam persekutuan yang sejati dengan Dia dan memiliki doa yang sejati. Doa yang sejati ini akan mematikan kasih alamiah Anda, dan akan mematikan aktivitas‑aktivitas alamiah Anda bagi Tuhan. Segala sesuatu yang dapat dimatikan pasti adalah alamiah. Hal‑hal yang sedemikian tidak boleh disisakan. Setiap aktivitas orang Kristen harus melalui suatu ujian, yaitu kematian. Selama berabad‑abad ini, banyak kaum saleh yang menuntut, pertamatama sangatlah aktif dan pada akhirnya menjadi tenang setelah melalui doa yang sejati. Kemudian mereka mulai mengalami Tuhan sendiri yang secara langsung mengerjakan halhal dari dalam mereka. Inilah yang ingin Allah kerjakan hari ini. Kita harus berharap sejumlah orang‑orang yang menuntut di dalam pemulihan Tuhan akan dibawa ke dalam pengalaman ini.
Anda tidak perlu berdoa bahwa Tuhan akan menolong Anda untuk menang dan menanggulangi dosa, serta menjadi tenang. Ketika Anda berdoa dengan cara seperti ini, pada akhirnya bukan Allah yang menolong Anda. Anda‑lah yang menolong diri Anda sendiri. Dan pada akhirnya Anda tidak terlalu merasa bersyukur, karena Anda menyadari bahwa Anda mengerjakan segala sesuatu. Anda hanya perlu mengasihi Dia dan membiarkan diri Anda terbuka kepada‑Nya, dan memberikan setiap kesempatan kepada‑Nya untuk mengerjakan segala sesuatu. Anda menjadi orang yang menikmati, yaitu menikmati Dia dan menikmati pekerjaan‑Nya. Karena itu setiap kali Anda berdoa, maka ucapan syukur akan keluar dari mulut Anda karena Anda begitu merasa bersyukur kepada Tuhan. Anda akan mengalami bahwa Tuhan adalah kemenangan Anda, kekudusan Anda dan segala sesuatu Anda.
Melatih Kehendak Bebas untuk Mengasihi Dia dan Terbuka Pada‑Nya
Ini adalah bentuk aktif‑pasif. Sebenarnya, kehidupan orang Kristen harus berada di dalam bentuk ini. Ini tidak berarti bahwa Anda malas atau acuh tak acuh atau bebal atau tidak bergairah. Tidak! Anda berada dalam keadaan yang berjaga‑jaga, dan Anda sangat bijaksana. Anda mengasihi Tuhan, dan Anda membiarkan diri Anda terbuka kepada-Nya setiap waktu. Anda tidak mengerjakan apa-apa. Tetapi Dia mengerjakan segala sesuatu. Hal ini tidak hanya sebagai sesuatu yang mungkin, tetapi juga dikehendaki oleh Tuhan. Setiap hari beritahu pada‑Nya, “Tuhan, aku mengasihi‑Mu. Tuhan, aku di sini terbuka padaMu. Tuhan, belas kasihani aku, dengan kasih karunia‑Mu aku tidak mau ada bagian dari diriku yang tertutup terhadap‑Mu. Aku ingin membiarkan diriku sepenuhnya terbuka pada-Mu.”
Jika Anda benar‑benar menyelami Alkitab untuk melihat apa yang diwahyukan, Anda akan melihat anda adalah bejana yang diciptakan Allah. Sebagai sebuah bejana untuk dipenuhi dengan hayat, Anda perlu melatih emosi Anda untuk mengasihi Dia. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu (Mat. 22꞉37). Sebagai sebuah bejana, Anda tidak perlu melakukan apa‑apa, tetapi Anda perlu membiarkan diri Anda terbuka. Kita semua tahu tentang prinsip kehendak yang bebas. Jika Anda tidak mengasihi Dia, maka Allah tidak akan memaksa Anda untuk mengasihi Dia. Jika Anda tidak membiarkan diri Anda terbuka, maka Allah tidak akan pernah memaksa Anda untuk membuka diri Anda. Karena itu Anda harus melatih kehendak bebas Anda untuk mengasihi Dia dan membiarkan diri Anda terbuka. Tetapi berhentilah dari mengerjakan sesuatu. Lupakanlah kelemahan Anda! Kasihilah Tuhan dan biarkanlah diri Anda terbuka dan berhentilah untuk mengerjakan sesuatu.
Doa yang tepat, dalam, dan sejati akan menjaga diri Anda untuk mengasihi Dia dan terbuka pada‑Nya. Kedengarannya ini cukup sederhana. Di dalam perkataan, ini memang sederhana, tetapi di dalam praktek, ini tidak terlalu mudah. Tidaklah mudah untuk menghentikan apa yang Anda kerjakan. Tetapi dengan belas kasihan‑Nya melalui doa yang sejati, pekerjaan Anda akan berhenti. Doa yang sejati selalu adalah doa yang mematikan. Doa Anda yang sejati akan mematikan seluruh aktivitas Anda satu per satu, dan doa itu akan meredakan Anda. Kemudian Anda akan menjadi sebuah bejana yang bersih, kosong dan terbuka. Sehingga Tuhan memiliki kebebasan penuh untuk mengisi Anda. Ketika Dia mengisi Anda, Dia mengerjakan segala sesuatu bagi Anda. Kemudian Anda akan benar-benar menikmati apa yang Dia kerjakan. Ini adalah penghidupan orang Kristen yang tepat dan sejati.
Sumber꞉ Perfecting Training, Bab 22