2 Korintus 3꞉17
Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan.
BERBAGAI JEBAKAN MENGGAGALKAN MEMPERHIDUPKAN KRISTUS
Tuhan mengatakan diluar Aku, kita tidak dapat melakukan apa pun (Yoh 15꞉5), tetapi sebenarnya kita dapat melakukan banyak hal diluar dari diri‑Nya. Terpisah dari diri‑Nya kita dapat berdoa, kita dapat membaca Alkitab, kita dapat memberitakan Injil, kita dapat melakukan segala‑galanya dalam agama Kekristenan hari ini. Tetapi kesemuanya ini dilakukan oleh diri sendiri, bukan oleh Tuhan. Anda telah melakukan banyak hal, namun Anda tidak pernah menyadari bahwa semuanya ini adalah jebakan yang digunakan oleh musuh untuk menjebak Anda. Jangan memikirkan orang lain; pikirkan diri Anda sendiri. Hari demi hari Anda telah dijebak dalam perkara ini dan perkara lainnya. Yang saya maksudkan bukanlah sesuatu yang duniawi atau berdosa yang menjebak Anda. Segala sesuatu yang menjebak Anda bahkan cukup “Kristen.” Mereka menjebak Anda dan menarik Anda jauh dari memperhidupkan Kristus. Semuanya ini mempunyai satu sasaran dari musuh, dan itu adalah menjauhkan diri kita dari memperhidupkan Kristus.
JEBAKAN‑JEBAKAN AGAMA
Inilah masalahnya hari ini. Banyak orang Kristen telah terjebak di dalam Kekristenan, agama, hal‑hal yang berhubungan dengan Alkitab. Sebenarnya, untuk memperhidupkan Kristus sangat sederhana. Hal yang paling sederhana adalah hayat, tetapi pada saat yang bersamaan hayat adalah hal yang paling rumit. Tidak ada seorangpun yang dapat menyelesaikan pembelajaran akan ilmu hayat. Ini terlalu rumit. Pembelajaran akan hayat untuk kepentingan pengetahuan sangatlah rumit, tetapi untuk pengalaman sangatlah mudah. Bahkan seorang bayi kecil dapat hidup. Setelah dikandung seorang bayi kecil dapat hidup bahkan sebelum dia lahir. Untuk hidup adalah mudah. Kita tidak pernah mengajar anak manapun untuk bernapas, namun segera setelah dilahirkan mereka bernapas. Untuk hidup itu sederhana. Mengapa sangat sulit untuk memperhidupkan Kristus hari ini? Karena kita semua sudah dijebak, dijerat, dibelit, dan diikat dengan banyak perihal “Kekristenan.” Ingatlah bahwa hasrat hati Allah Tritunggal kita ini menjadi hayat Anda; Dia berhasrat untuk tinggal di dalam Anda dan dengan Anda; dan Dia berhasrat bahwa Anda akan mengambil Dia sebagai hayat Anda dan memperhidupkan Dia. Dengan maksud Anda harus melupakan apa itu berdoa, apa itu membaca Alkitab, apa ini dan apa itu. Ingatlah bahwa Allah ingin tinggal di dalam Anda, dan Dia ingin Anda mengambil Dia sebagai hayat dan memperhidupkan Dia.
KENIKMATAN AKAN ALLAH TRITUNGGAL SEBAGAI ROH ITU
Mengenai Allah Tritunggal, kebanyakkan dari kita suka membuat pemahaman Bapa jauh dari Putra dan Putra jauh dari Bapa. Tetapi Alkitab tidak membuat pemahaman yang seperti ini. Alkitab mengatakan Allah Juruselamat kita. Dalam 1 Timotius dan Titus, nama ini telah digunakan sebanyak enam kali (1 Tim 1꞉1; 2꞉3; Tit.1꞉3; 2꞉10, 13; 3꞉4). Anda tidak perlu bertanya, Inikah Sang Bapa? Inikah Sang Putra? Siapakah Allah Juruselamat? Siapakah Juruselamat Allah? Tidak! Di pihak Allah, Allah Tritunggal adalah untuk penyaluran keluar, dan di pihak kita Dia adalah untuk kenikmatan kita. Hari ini, Kekristenan telah menjadikan Allah yang dapat dialami benar‑benar menjadi obyek penyembahan. Allah mereka secara keseluruhan adalah obyektif. Mereka tidak peduli sedikitpun mengenai kenikmatan akan Allah yang dapat dialami. Bagi mereka seharusnya tidak ada ayat seperti꞉ “Bagiku hidup adalah Kristus” (Flp. 1꞉21) atau “Kristus hidup di dalamku” (Gal. 2꞉20). Seharusnya tidak terdapat ayat seperti Yohanes 15꞉4 dan 5 yang mengatakan agar kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita. Beberapa bahkan telah mengatakan bahwa untuk tinggal di dalam Kristus dan membiarkan Kristus tinggal di dalam kita hanyalah menunjukkan semacam hubungan yang intim. Karena mereka bersikukuh bahwa Kristus berada di atas sana di surga, mereka bertanya bagaimana Anda dapat tinggal di dalam Dia? Dan bagaimana Dia bisa tinggal di dalam Anda? Inilah interpretasi mereka; mereka membatalkan ayat‑ayat ini di dalam Alkitab. Kita seharusnya hanya mengingat bahwa hari ini Allah kita adalah Allah Tritunggal yang telah melewati semua proses yang diperlukan, dan hari ini Dia telah siap sedia bagi kita untuk dinikmati. Dia adalah Allah yang telah melalui proses. Sekarang Tuhan adalah Roh (2 Kor 3꞉17). Yesus Kristus adalah Tuhan, dan Tuhan hari ini adalah Roh yang memberi hayat (2 Kor 3꞉6). Jangan terperangkap ke sebuah perhatian untuk pengetahuan saja tetapi perhatikan pengalaman akan hayat.
MENIKMATI ALLAH TRITUNGGAL DI DALAM FIRMAN
Ingatlah tiga hal ini꞉ Pertama, Allah ingin Anda mengambil Dia sebagai hayat dan memperhidupkan Dia. Kedua, Dia sekarang adalah Roh, dan ketiga Dia adalah benar‑benar Firman itu. Firman dan Roh adalah satu (Yoh 6꞉63). Ketika Satu yang luar biasa ini masuk ke dalam Anda, itu adalah Roh. Ketika Satu yang luar biasa ini menetap di luar Anda, itu adalah Firman. Tetapi keduanya ini adalah satu. Jangan pernah berpikir bahwa Alkitab sesuatu yang terpisah dari Roh. Mereka adalah satu. Ini seperti tubuh dan hayat insani kita. Hayat insani dan tubuh adalah satu; Anda tidak dapat memisahkan mereka. Jikalau Anda memisahkan tubuh Anda dari hayat insani, tubuh Anda akan menjadi mayat. Jika Anda memisahkan Alkitab dari Roh, maka Alkitab hanyalah sebuah tubuh yang mati. Inilah yang disebut Alkitab sebagai huruf (2 Kor 3꞉6). Huruf berarti tulisan yang mati. Kita harus menjaga keduanya ini menjadi satu di dalam kenikmatan yang bisa kita alami atas Allah kita. Karena Alkitab adalah sebuah tulisan, Anda harus membacanya. Tetapi dari Mazmur 119, Efesus 5 dan 6, serta Kolose 3, menunjukkan secara mendalam bahwa untuk menjamah Firman Allah dengan cara membaca hanyalah langkah awal. Anda tidak akan pernah menyelesaikan sesuatu hanya dengan mengambil langkal awal saja. Anda perlu melanjutkannya. Anda harus bernyanyi; Anda harus berdoa; Anda harus bermazmur; Anda harus mengucap syukur kepada Tuhan setiap waktu. Sebagai tambahan pada pembacaan Anda, Anda harus berlatih mendoakannya, memazmurkannya, dan mengucapkan syukur atasnya. Membaca hanyalah satu bagian dari kelima hal ini. Membaca adalah langkah yang awal; kemudian hal ini harus dilanjutkan dengan berdoa. Kemudian harus diikuti oleh bernyanyi, bermazmur dan mengucap syukur. Semuanya ini terdapat di dalam Alkitab. Di dalam tiga bagian ini, kata membaca tidak digunakan. Tetapi di dalam pemikiran kita dan di atas bibir kita tidak ada lainnya kecuali membaca. Akan tetapi, di dalam beberapa pasal ini banyak predikat lainnya telah digunakan untuk menjamah Firman yang hidup.
MEMPERHIDUPKAN KRISTUS
Jika kita tidak mempraktekkan menyanyikan Firman, mendoakan Firman, memazmurkan Firman, dan mengucap syukur kepada Tuhan untuk Firman, namun kita mencoba untuk memperhidupkan Kristus, kita akan mendapatkan hal ini tidak mungkin. Kita harus mempraktekkan ini. Tidak masalah seberapa banyak Anda tahu. Tetapi jika Anda mau mempraktekkan hal ini Anda akan sepenuhnya diinfus, dijenuhi, dan bahkan diresapi dengan Allah Tritunggal. Ketika Anda diinfus dan diresapi dengan Dia, sebenarnya Anda menjadi satu dengan Dia. Jadi apa pun yang Anda lakukan, adalah untuk memperhidupkan Kristus. Apa pun yang Anda lakukan, secara spontan Anda melakukannya di dalam Dia. Anda melakukannya di dalam namaNya, dan itu bukanlah Anda; itu adalah Dia. Inilah memperhidupkan Kristus.
Sumber꞉ Perfecting Training, Bab 18