Artikel

Memperhidupkan Kristus Dengan Tinggal Di Dalam Roh

18 Apr 2026
6 menit baca

Roma 8꞉10
"Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah hayat karena kebenaran.” (Tl)

Di dalam Roma 8꞉10 Anda dapat melihat dua sejarah꞉ sejarah daging dan sejarah roh kita. Tentu saja, kata daging tidak digunakan dalam Roma 8꞉10; melainkan, ayat itu berbicara tentang tubuh yang mati karena dosa. Namun, setiap ayat dari ayat 3 hingga ayat 9 berbicara tentang daging. Di sini kata tubuh dan daging adalah sinonim yang merujuk pada hal yang sama. Namun kapanpun Anda mempertimbangkan kedua hal ini sebagai sinonim yang merujuk pada hal yang sama, Anda harus menambahkan satu kata꞉ kematian atau mati atau fana. Sebagai contoh, Roma 8꞉10 mengatakan bahwa tubuh itu mati. Kemudian Roma 8꞉11 berbicara tentang "tubuh yang fana.” Fana berarti "sekarat" atau "kematian." Ini berarti bahwa tanpa sebutan kematian, tubuh bukanlah sinonim dari daging. Tubuh adalah tubuh yang diciptakan oleh Allah; daging adalah sesuatu yang telah rusak. Allah tidak menciptakan daging; Ia hanya menciptakan tubuh. Tetapi Iblis masuk ke dalam anggota‑anggota tubuh ini. Roma 7꞉23 memberi tahu kita dengan jelas bahwa hukum dosa ada di dalam anggota‑anggota tubuh kita. Ketika Adam memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, buah itu masuk ke dalam anggota‑anggota tubuhnya. Jadi tubuh diciptakan oleh Allah, tetapi dosa sebagai sesuatu yang dipersonifikasikan, yaitu Iblis itu sendiri, masuk ke dalam tubuhnya. Sejak saat itu tubuh manusia yang diciptakan oleh Allah menjadi rusak dan hancur. Tubuh yang rusak dan hancur itulah yang disebut daging.
 

SEJARAH TUBUH

Lalu mengapa di dalam Roma 8꞉3‑9 Paulus menggunakan kata daging, tetapi ketika ia sampai pada ayat 10, ia mengubah ungkapan dari daging menjadi tubuh? Ini karena di dalam ayat 10 Paulus bermaksud untuk mengisyaratkan sejarah tubuh. Mengatakan bahwa daging itu mati saja tidak menyiratkan suatu sejarah, tetapi mengatakan bahwa tubuh itu mati menyiratkan semacam sejarah. Dengan cara yang sama, Anda tidak akan mengatakan bahwa daging itu jatuh, tetapi Anda harus mengatakan bahwa tubuh itu jatuh. Mengatakan bahwa tubuh itu jatuh menyiratkan sejarah kejatuhan manusia. Ada kisah tentang kejatuhan manusia, dan kejatuhan manusia ini terutama terjadi pada tubuhnya.
 

SEJARAH ROH

Sama seperti frasa tubuh yang mati menyiratkan suatu sejarah, maka frasa roh adalah hayat menyiratkan suatu sejarah. Anda harus menyadari bahwa sebelum Anda diselamatkan, roh Anda bukanlah hayat. Roh Anda mati atau tidak aktif atau setidaknya tertidur. Tetapi kemudian ketika Anda diselamatkan, tidak saja ia menjadi hidup, tetapi ia juga menjadi hayat. Ia menjadi hayat itu sendiri. Ketika Kristus masuk, roh kita menjadi hayat. Masuknya Kristus adalah syarat bagi roh kita untuk menjadi hayat. Tanpa Kristus di dalam roh kita, roh kita bukanlah hayat. Tetapi dengan Kristus di dalam roh kita, roh kita adalah hayat.
 

DUA PERSONA DI DALAM KITA

Di dalam tubuh kita yang jatuh, rusak, dan mati terdapat sebuah persona, yaitu Iblis. Iblis ada di dalam tubuh kita yang rusak. Pribadi yang adalah satu dengan daging kita ini memiliki nama lain, dosa. Roma 8꞉3 mengatakan bahwa daging adalah daging dosa. Dalam bahasa Yunani ungkapan seperti daging dosa berada dalam posisi aposisi, sama seperti terang Allah. Terang berada dalam aposisi dengan Allah, yang berarti bahwa terang adalah Allah, dan Allah adalah terang. Dalam prinsip yang sama, daging dosa berada dalam aposisi. Ini karena daging adalah dosa, dan dosa adalah daging. Ketika Kristus menjadi daging, Ia menjadi dosa. Yohanes 1꞉14 mengatakan bahwa Ia menjadi daging, dan 2 Korintus 5꞉21 mengatakan bahwa Ia dibuat menjadi dosa. Kemudian Roma 8꞉3 mengatakan bahwa Ia datang dalam keserupaan daging dosa. Di sini daging dan dosa hanyalah satu hal yang sama. Itu adalah Iblis, persona yang namanya adalah dosa di dalam daging kita. Dalam prinsip yang sama, persona lain ada di dalam roh kita. Kita tahu bahwa persona ini adalah Kristus, Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Inilah sebabnya 2 Timotius 4꞉22 mengatakan, "Tuhan menyertai rohmu." Jadi kita memiliki dua persona di dalam kita.
 

KRISTUS DI DALAM KITA

Alkitab mengatakan bahwa Kristus ada di dalam kamu (Yoh. 15꞉4‑5). Di dalam Yohanes 14꞉23 Tuhan Yesus bahkan lebih kuat mengatakan "Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman‑Ku, dan Bapa‑Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya dan membuat tempat tinggal bersama‑sama dengan dia." Bukanlah hal yang kecil bagi Kristus untuk berada di dalam kita membuat tempat tinggal‑Nya. Akar dari kata berdiam sebenarnya adalah kata Yunani untuk rumah . Sebenarnya , kata ini dapat diterjemahkan menggunakan kata rumah sebagai kata kerja. Ia sedang merumahkan Diri‑ Nya di dalam kita. Kristus sedang membuat rumah‑Nya di dalam kita.
 

HIDUP BERSAMA KRISTUS DI DALAM ROH KITA

Lalu bagaimana seharusnya kita hidup? Kita harus hidup dengan cara untuk menghindari, atau luput dari, persona pertama yaitu Iblis di dalam daging kita. Kehidupan kita sehari‑hari haruslah suatu kehidupan yang luput dari persona ini. Pada saat yang sama kehidupan kita haruslah selalu bersama persona kedua yaitu Kristus di dalam roh kita. Kita harus hidup oleh persona kedua. Saudara‑saudari, apakah Anda bertingkah laku dan bersikap dengan cara yang sangat baik, atau apakah Anda hidup oleh Kristus di dalam roh Anda? Setelah saya menjadi seorang Kristen, saya membulatkan tekad untuk tidak marah kepada ibu saya. Saya berusaha untuk melatih kehendak yang kuat dengan pikiran yang sadar untuk menjaga tingkah laku saya. Tetapi pada akhirnya, saya mendapati bahwa ada dua persona yang menyusahkan di dalam diri saya. Lambat laun, saya mendapati bahwa menjalani kehidupan Kristen menurut ajaran‑ajaran etika tidak ada di dalam Alkitab. Kehidupan Kristen bukanlah bahwa Anda memperbaiki diri Anda dan menyesuaikan diri Anda serta mengoreksi diri Anda. Itu bukanlah kehidupan Kristen. Itu mungkin kehidupan filsafat Yunani atau kehidupan etika Tiongkok. Tetapi kehidupan orang Kristen adalah kehidupan yang luput dari persona pertama yaitu Iblis di dalam dagingnya, dan memperhidupkan persona kedua yaitu Kristus di dalam rohnya. Aku telah disalibkan dengan Kristus, bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Gal. 2꞉20). Inilah kehidupan Kristen.

Inilah sebabnya Roma 8 pertama‑tama mengatakan untuk berjalan menurut roh (ay. 4 ). Kemudian ia mengatakan untuk memikirkan, atau mempertimbangkan, hal‑hal dari Roh (ay. 5). Ayat 6 mengatakan bahwa Anda harus memusatkan pikiran Anda pada roh, dan ayat 9 mengatakan bahwa Anda harus menjadi seseorang yang berada di dalam roh. Inilah kehidupan Kristen. Ketika Anda berada di dalam roh, Anda luput dari persona pertama, dan Anda tinggal bersama persona kedua. Anda tidak saja tinggal bersama‑Nya, tetapi Anda memperhidupkan Dia, dan Anda menjadi satu dengan‑Nya. Kita semua perlu melihat sejarah dari kedua bagian kita, dan kita semua harus melihat dua persona di dalam kedua bagian ini. Selain itu, kita harus memiliki visi yang jelas bahwa Allah tidak menginginkan kehidupan etika apa pun. Ia hanya menginginkan sebuah kehidupan yang ada di dalam roh Anda.
 

Sumber꞉ Perfecting Training, Bab 44