Artikel

Memperhidupkan Kristus Dengan Senantiasa Berdoa

28 Apr 2026
6 menit baca

Yohanes 14꞉19

“Tinggal sesaat lagi dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.”
 

MEMPERHIDUPKAN KRISTUS

Perkara memperhidupkan Kristus ini semuanya adalah penghidupan rohani. Ekspresi seperti “memperhidupkan Kristus” atau “Kristus hidup di dalamku” hanya digunakan di jantung wahyu ilahi. Galatia 2꞉20  mengatakan bahwa Kristus hidup di dalamku, dan Filipi 1꞉21 mengatakan, “bagiku hidup adalah Kristus.”  Tidak ada ayat lainnya bahkan di dalam tulisan Paulus yang menggunakan ekspresi yang sedemikian. Hal ini unik. Tentu saja, ministri Paulus adalah ministri pelengkap. Ini adalah ministri yang melengkapi wahyu ilahi Allah. Kemudian ministri Yohanes muncul untuk menambal ministri yang telah rusak. Paulus di dalam melengkapi wahyu yang ilahi menunjukkan bahwa kita perlu memperhidupkan Kristus dan Kristus hidup di dalam kita. Di dalam tulisan yang lainnya seperti tulisan Petrus dan Yakobus, tidak ada ekspresi yang sedemikian. Tetapi di dalam ministri menambal oleh Yohanes, ekspresi ini telah digunakan lagi. Di dalam Yohanes 6꞉57 dia mengatakan, “Barangsiapa yang memakan Aku akan hidup oleh Aku.”
 

POKOK ANGGUR DAN RANTING-RANTINGNYA

Dikarenakan ministri pelengkap Paulus telah dirusak, ministri menambal Yohanes muncul setelahnya untuk menambal ministrinya. Dengan waktu yang singkat selama abad pertama, kemerosotan gereja merusak ministri pelengkap Paulus. Jadi di bagian akhir dari abad pertama Yohanes dibangkitkan untuk menambal ministri yang telah rusak. Di dalam ministri menambalnya dia sekali lagi menggunakan ekspresi ini yang telah digunakan Paulus di dalam ministri pelengkapnya. Yohanes 6꞉57 mengatakan, “Barangsiapa yang memakan Aku akan hidup oleh Aku,” dan Yohanes 14꞉19 mengatakan, “sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.” Ayat ini menyatakan bahwa Tuhan akan ada di dalam kebangkitan dan akan hidup selamanya di dalam kebangkitan. Ini juga menunjukkan bahwa sementara Dia hidup di dalam kebangkitan‑Nya, kita juga akan hidup. Kita hidup dengan Dia, kita hidup di dalam Dia, kita hidup oleh Dia, dan pada akhirnya kita hanyalah memperhidupkan Dia. Dua kali di dalam tulisan Yohanes, ekspresi memperhidupkan atau penghidupan ini digunakan.

Di dalam wahyu ilahi dari enam puluh enam kitab di dalam Alkitab, puncaknya, titik tertingginya adalah untuk memperhidupkan Kristus. Bahkan di kekekalan kita akan memperhidupkan Kristus. Memperhidupkan Kristus berbeda dengan memiliki penghidupan untuk Kristus. Di dalam kekekalan kita tidak akan hidup bagi Kristus saja, tetapi kita akan memperhidupkan Kristus. Pekerjaan kekal kita nanti hanyalah memperhidupkan Kristus. Di  dalam ministri menambal yang lebih kaya dan lebih kuat daripada ministri pelengkap, terdapat pasal seperti Yohanes 15. Dalam Yohanes 15 terdapat sebuah ilustrasi yang memperlihatkan kepada kita apakah itu memperhidupkan Kristus dan apakah itu memiliki Kristus hidup di dalam kita. Disana terdapat pokok anggur dan ranting‑rantingnya. Ranting‑rantingnya tinggal di dalam pokok anggur, dan pokok anggur tinggal di dalam ranting‑rantingnya. Mereka berdua hidup bersama. Jadi ranting‑rantingnya tidak melakukan apapun tetapi memperhidupkan pokok anggur. Ranting dari pokok anggur ini tidak diam ataupun sibuk, namun hanyalah hidup. Dua tahun yang lalu sebuah pohon buah peach kecil ditanam di halaman belakang milik saya, dan pagi ini mengejutkan saya, sebuah peach kecil ada di rantingnya, jadi saya ambil dan mencucinya dan merasakannya. Sangat manis! Pohon kecil itu sudah disana di halaman belakang milik saya selama dua tahun, tetapi saya tidak pernah memperhatikan bahwa pohon itu sibuk lari ke depan dan belakang. Ilustrasi tentang pokok anggur dan rantingrantingnya ini sangat sederhana namun sangat dalam. Sebagai ranting di dalam pokok anggur Anda perlu menghentikan pekerjaan Anda, dan belajar untuk hidup. Kita harus menekankan satu kata yaitu hidup.
 

BERDOA DENGAN BERSERU

Berdasarkan penghidupan jasmaniah, kita dapat memahami dan dapat melihat bahwa untuk hidup secara sederhana adalah bernafas. Pernafasan rohani kita adalah doadoa kita. Tetapi ini tidak berarti berdoa dengan cara yang usang atau tradisional. Berdoa di dalam Alkitab di dalam praktek nyatanya adalah berseru. Untuk keperluan apa Anda berseru kepada Tuhan? Tatkala Anda sedang melakukan sesuatu Anda haruslah berdoa. Anda harus berseru kepada nama Tuhan. Ketika Anda sedang melakukan segala sesuatu Anda harus dengan spontan memeriksa dengan sendirinya; apakah Anda yang sedang melakukannya saat ini atau Tuhan yang sedang melakukannya saat ini dengan Anda? Kita perlu membangun kebiasaan yang baik seperti ini. Sebagaimana Anda berbicara kepada istri dan anak‑anak Anda, Anda harus melatih kebiasaan ini꞉ “Tuhan, apakah ini hanyalah diri saya sendiri yang berbicara atau Engkau berbicara bersamaku?” Anda harus memiliki kebiasaan memeriksa secara spontan. Pemeriksaan tersebut adalah berseru, dan berseru itu adalah berdoa, dan berdoa itu adalah bernafas.

Anda belajar banyak hal yaitu bagaimana melakukan ini dan bagaimana melakukan itu. Tetapi tidak ada satupun dari berbagai bagaimana itu berhasil. Anda belajar bagaimana untuk menang, tetapi Anda tidak pernah menang. Anda belajar menjadi kudus, tetapi Anda tidak memiliki kekudusan. Anda bisa saja mempelajari berbagai macam bagaimana tetapi Anda telah meninggalkan satu hal, yaitu, Anda tidak hidup. Selama ini, Anda bukan memperhidupkan, tetapi Anda mati. Ini berarti Anda tidak berdoa terus menerus. Jalan terbaik untuk mendapatkan Tuhan bersama Anda adalah dengan berseru kepada‑Nya. Disinilah Anda mendapatkan kemenangan. Disinilah Anda dikuduskan. Disinilah Anda memiliki semuanya yang Anda perlukan, tidak hanya secara terus menerus tetapi bahkan dengan segera. TERIKAT KEPADA TUHAN Ketika masih anak‑anak kita memiliki pertandingan kaki‑tiga. Dua orang memiliki dua kaki diikat bersama‑sama sehingga mereka harus berkoordinasi menjadi satu. Anda harus menyadari bahwa hari ini Anda dan Tuhan Yesus terikat bersama‑sama. Anda dengan Dia bertanding dalam pertandingan kaki‑tiga. Jangan berlari sendirian. Jika Anda demikian Anda akan jatuh.  Janganlah lupa bahwa Anda sekarang menjadi satu dengan Dia, dan Anda hidup dengan Dia. Tidak banyak yang mampu berlari pertandingan kaki‑tiga. Jika Anda tidak peduli pada bagian yang lainnya. Anda akan memutuskan ikatan. Kita semua telah melakukan hal ini. Di dalam pikiran, kita sering mengatakan kepada Tuhan꞉ “Tuhan, Kau diam disini. Biarkan aku maju. Jangan mengikuti aku. Jika Kau ikut, aku tidak akan menyelesaikan masalahku.” Atau “Tuhan, berikan aku sedikit kebebasan selama setengah hari saja. Hanya untuk Sabtu malam saja biarkan aku berlibur.” Tetapi kita semua telah belajar tidak peduli bagaimanapun kita meminta kepada Tuhan untuk pergi, Dia tidak akan pernah mengabulkannya kepada kita. Anda bisa saja memutuskan ikatannya, tetapi Dia akan mengikatnya lagi. Kapanpun kita akan mencoba untuk mengambil liburan, kita masuk ke dalam masalah. Intinya adalah ekonomi Allah hanyalah meletakkan Kristus bersama‑sama dengan kita. Kita tidak punya pilihan. Inilah takdir kita.
 

DINIKAHKAN DENGAN TUHAN

Di dalam jalannya Allah telah menetapkan bahwa kita harus memiliki seorang suami yaitu Kristus. Allah tidak menghendaki kita untuk hidup sendirian. Ini adalah pengaturan Allah, dan ini adalah takdir Anda. Anda harus memperhidupkan penghidupan berdua bersama‑sama. Allah t i dak ada tujuan bagi Anda untuk memperhidupkan penghidupan diri Anda sendiri. Itu melawan prinsip ilahi Allah, dan itu melawan pengaturan Allah. Kita harus memperhidupkan penghidupan yang sedemikian, dan untuk ini kita harus selalu berseru kepada‑Nya. Dengan kata lain, menggunakan ekspresi keseharian kita, kita terus berbicara dengan Dia. Kita harus hidup bersama suami kita. Setiap saat Anda harus melakukan sesuatu bersama Dia. Inilah berdoa tanpa berhenti. Anda harus melakukan segala sesuatunya dengan berbicara terus kepada  Tuhan, dengan berdoa kepada‑Nya, dan berseru kepada‑Nya. Inilah bernafas maka Anda dapat memperhidupkan Dia.
 

Sumber꞉ Perfecting Training, Bab 15