Artikel

Kristus Sebagai Anak Manusia Berjalan di Tengah‑tengah Kaki Pelita Emas

28 Apr 2026
3 menit baca

Pembacaan Alkitab꞉ Why. 1꞉9―2꞉1

Untuk melihat visi Kristus sebagai Anak Manusia yang berjalan di tengah‑tengah kakikaki pelita emas, kita harus menjadi utusan Tuhan yang menang, yang berada di dalam roh kita di atas tumpuan gereja sebagai sesama pengambil bagian dalam kesusahan, kerajaan dan ketekunan dalam Yesus (Why. 1꞉9‑13, 20). Pelaksanaan kehidupan gereja pada hari‑hari awal adalah pelaksanaan memiliki satu gereja untuk satu kota, satu kota dengan hanya satu gereja; tidak ada kota yang memiliki lebih dari satu gereja (Kis. 8꞉1; 13꞉1; Why. 1꞉11).

Ada empat karakteristik sidang kita di atas tumpuan keesaan yang sejati, tempat yang telah Allah pilih. Pertama, umat Allah harus selalu esa; tidak boleh ada perpecahan di antara mereka (Mzm. 133; Yoh. 17꞉11, 21‑23; 1 Kor. 1꞉10; Ef. 4꞉3). Kedua, nama unik yang ke dalamnya umat Allah harus berhimpun adalah nama Tuhan Yesus Kristus, yang realitasnya adalah Roh itu; disebut dengan nama lain adalah didenominasikan, terpecah; ini adalah perzinaan rohani (Mat. 18꞉20; 1 Kor. 1꞉12‑13; 12꞉3b). Ketiga, dalam Perjanjian Baru, tempat kediaman Allah, tempat tinggal‑Nya, terutama terletak di dalam roh kita, yaitu, dalam roh perbauran kita, roh insani kita yang dilahirkan kembali dan dihuni oleh Roh ilahi; dalam sidang kita untuk menyembah Allah, kita harus melatih roh kita dan melakukan segala hal di dalam roh (Yoh. 3꞉6b; Rm. 8꞉16; 2 Tim. 4꞉22; Ef. 2꞉22; Yoh. 4꞉24; Why. 1꞉10; 1 Kor. 14꞉15). Keempat, dalam menyembah Allah, kita harus memiliki penerapan yang sejati dari salib Kristus, yang ditandai oleh mezbah (Ul. 12꞉5‑6, 27), melalui menolak daging, ego, dan hayat alamiah serta menyembah Allah dengan Kristus dan Kristus saja (Mat. 16꞉24; Gal. 2꞉19b‑20).

Kita adalah sesama pengambil bagian dalam kesusahan dalam Yesus. “Dalam Yesus” berarti kita menderita dan dianiaya sewaktu kita mengikuti Yesus orang Nazaret oleh Roh Yesus yang berhuni, Rohi seorang manusia dengan kekuatan yang melimpah untuk menderita (Kis. 16꞉6‑7). Oleh kuasa kebangkitan‑Nya, kita dimungkinkan untuk ikut serta dalam penderitaan‑Nya dan untuk WINTER TRAINING 2025 ‑ Minggu 3 menempuh kehidupan tersalib dalam penyerupaan kepada kematian‑Nya (Flp. 3꞉10; Kol. 1꞉24; Kid. 2꞉8‑9, 14).

Kita adalah sesama pengambil bagian dalam kerajaan dalam Yesus. Kerajaan adalah kehidupan gereja, di mana kaum beriman yang setia hidup bagi pertumbuhan mereka dalam hayat dan transformasi dalam hayat (Mat. 16꞉18; Rm. 14꞉17; 1 Kor. 3꞉7; 2 Kor. 3꞉18). Untuk mempraktikkan kehidupan kerajaan, kita perlu mengejar keadilbenaran, iman, kasih, dan damai sejahtera bersama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni (2 Tim. 2꞉22). Untuk mempraktikkan kehidupan kerajaan, kita perlu memperhatikan saudara-saudara yang berdosa untuk memulihkan mereka (Mat. 18꞉15‑22; 1 Yoh. 5꞉16).

Terakhir kita adalah sesama pengambil bagian dalam ketekunan dalam Yesus. Kita harus melawan Satan yang mengauskan (Dan. 7꞉25). Ketika kita tinggal di dalam Kristus, kita memegang firman ketekunan‑Nya dan memiliki ketekunan untuk memikul penderitaan dan penentangan (Why. 3꞉10). Kita bisa bertekun dengan ketekunan Kristus yang telah kita nikmati dan alami (2 Tes. 3꞉5).

Kristus sebagai Anak Manusia adalah I mam Besar, “berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas” (Why. 1꞉13), untuk mengasuh gereja‑gereja dalam keinsanian‑Nya dan merawat mereka dalam keilahian‑Nya. Anak Manusia ada dalam keinsanian‑Nya, ikat pinggang emas menandakan keilahian‑Nya, dan dada adalah tanda kasih. Dahulu Kristus mengenakan ikat pinggang di pinggang, dikuatkan bagi pekerjaan ilahi (Kel. 28꞉4; Dan. 10꞉5) untuk menghasilkan gereja‑gereja, tetapi sekarang Dia mengenakan ikat pinggang di dada, memperhatikan gereja-gereja yang telah Dia hasilkan dengan kasihNya. Ikat pinggang emas melambangkan keilahian Kristus sebagai tenaga ilahi‑Nya, dan dada menandakan bahwa tenaga emas ini dilaksanakan dan dimotivasi oleh dan dengan kasih‑Nya untuk merawat gereja‑gereja.