Pembacaan Alkitab꞉ Why. 1꞉1-2, 5, 9-12; 7꞉9-17; 19꞉10
Kristus adalah Saksi Allah, kesaksian dan ekspresi Allah, dan gereja adalah kesaksian dan ekspresi Kristus. Sebagai yang demikian, gereja adalah reproduksi dari kesaksian dan ekspresi Allah di dalam Kristus (Why. 1꞉5). Kitab Wahyu menyajikan kepada kita Kristus yang diwahyukan dan gereja yang bersaksi, yang adalah kesaksian Yesus. Kristus adalah kesaksian Allah, dan gereja adalah kesaksian Yesus, Kristus yang diperbesar sebagai ekspresi korporat Allah Tritunggal (Yoh. 1꞉18; 5꞉31‑37; 8꞉14; Why. 1꞉2, 5, 9; 19꞉10; lihat Kej. 1꞉26).
Kesaksian Yesus adalah tujuh kaki pelita emas. Emas (ilahi) dalam sifat, bersinar dalam kegelapan, dan identik satu sama lain (Why. 1꞉1‑2, 9‑12). Kaki pelita emas melambangkan Allah Tritunggal, Bapa sebagai substansi terwujud di dalam Putra, Putra sebagai perwujudan diekspresikan melalui Roh itu, Roh itu sepenuhnya direalisasikan dan diekspresikan sebagai gereja‑gereja, dan gereja‑gereja adalah kesaksian Yesus (Kel. 25꞉31‑40; Za. 4꞉2‑10; Why. 1꞉10‑12). Untuk mengalami kaki‑kaki pelita emas sebagai kesaksian Yesus, ekspresi korporat Yesus (Kis. 9꞉4‑5; 1 Kor. 12꞉12), kita harus dipenuhi dengan Roh Yesus (Kis. 16꞉7) melalui menyeru nama Tuhan Yesus senantiasa (1 Kor. 12꞉3, 13; Rm. 10꞉12‑13; Rat. 3꞉55‑56) untuk memikul tanda milik Yesus (Gal. 6꞉17) sebagai saudara‑saudara dan rekan yang ikut serta dalam kesusahan, kerajaan dan ketekunan dalam Yesus (Why. 1꞉9‑10).
Penempaan emas untuk membentuk kaki pelita melambangkan partisipasi kaum beriman dalam penderitaan Kristus. Segala sesuatu yang terjadi dalam lingkungan kita adalah untuk menghasilkan kaki pelita yang ditempa (Kel. 25꞉31; Kol. 1꞉24). Jika kita menetapkan pikiran kita untuk mengenal Allah, tunduk kepada pekerjaan batiniah Roh itu dan kepada lingkungan yang di luar, maka setiap keadaan akan menjadi sebuah kesempatan bagi kita untuk mengenal Dia (Hos. 6꞉1‑3; Flp. 3꞉10a; Ef. 6꞉20; lihat Kej. 41꞉42). Jika seseorang tidak mengenal Allah dalam seumur hidupnya, dia telah menyia‑nyiakan sepanjang hidupnya. Semoga Tuhan membuat kita rela menerima penanggulangan‑Nya dalam keadaan kita sehingga kita bisa lebih mengenal Dia (2 Kor. 4꞉16‑18; 12꞉7‑9).
Bersinarnya kaki pelita emas adalah agar orang dapat melihat visi Kristus yang mulia sebagai Anak Manusia berjalan di tengah‑tengah mereka. Melalui mengenal Tuhan di tengah gereja‑gereja sebagai Dia yang hidup selama‑lamanya, kita bisa yakin dengan kehadiran‑Nya di dalam roh kita setiap waktu. Dia hidup senantiasa untuk berdoa syafaat bagi kita, Dia sekarang menampakkan diri di hadapan wajah Allah bagi kita, dan Dia tidak akan pernah mengecewakan kita atau meninggalkan kita (Why. 1꞉12‑18; 2꞉1; 2 Tim. 4꞉22; Ibr. 7꞉25; 9꞉24). Bersinarnya tujuh pelita dari kaki pelita emas, berjalannya Tuhan Yesus di tengah‑tengah mereka dengan ketujuh mata‑Nya seperti api, kaki‑Nya mengkilap bagaikan tembaga, dan sinar wajah‑Nya seperti matahari, menunjukkan bahwa kita memerlukan lebih banyak penyinaran Tuhan hari demi hari dalam kehidupan kita sehari‑hari dan dalam kehidupan gereja kita, untuk penggembalaan‑Nya yang lebih banyak lagi—menyelamatkan, memulihkan, membangkitkan, dan mendeifikasi (Why. 1꞉14b‑15a, 16b; 4꞉5; 5꞉6; Luk. 1꞉78‑79; 2 Kor. 4꞉6‑7; Mal. 4꞉2; Ams. 4꞉18; Mzm. 22꞉1; 80꞉2‑4, 8, 16‑2).
Kesaksian Yesus adalah kumpulan besar orang banyak yang melayani Allah di dalam Bait, seluruh Kumpulan dari umat tebusan Allah, yang telah terangkat ke surga untuk menikmati rawatan Allah dan penggembalaan Anak Domba dengan semua berkat rohani di dalam surga dan di dalam Kristus yang bisa kita nikmati hari ini (Why. 7꞉9‑17; Ef. 1꞉3; Gal. 3꞉14; Kej. 12꞉2). Kumpulan besar orang banyak itu terdiri atas orang‑orang yang telah dibeli dengan darah Anak Domba dari segala bangsa, suku, umat, dan bahasa untuk menjadi penyusun gereja (Why. 7꞉9a; 5꞉9; Rm. 11꞉25).