Artikel

Kristus Memiliki Kunci Maut dan Alam Maut

18 Apr 2026
3 menit baca

Pembacaan Alkitab꞉ Why. 1꞉17-18; 10꞉7; 12꞉11; 15꞉1, 8; Kis. 2꞉24; Flp. 3꞉10-11

Wahyu 1꞉17b‑18a menunjukan bahwa Kristus adalah Yang Pertama dan Yang Terkemudian, dan Yang Hidup. Kristus sebagai Yang Pertama dan Yang Terkemudian menyiratkan bahwa Dia akan menggenapkan apa yang telah Dia mulai. Tuhan Yesus bukan hanya Yang Pertama tetapi juga Yang Awal, dan bukan hanya Yang Terkemudian tetapi juga Yang Akhir (Why. 21꞉6; 22꞉13) Yang Pertama menunjukkan tidak ada yang sebelum Dia, dan Yang Terkemudian berarti tidak ada yang sesudah Dia. Yang Awal menunjukkan bahwa Dia adalah permulaan dari segala sesuatu, dan Yang Akhir berarti Dia adalah perampungan segala sesuatu. Yang ditunjukkan di sini bukan hanya tidak ada apa pun sebelum atau sesudah Tuhan Yesus tetapi juga bahwa tidak ada permulaan atau perampungan tanpa Dia. Kristus bukan hanya Yang Pertama dan Yang Terkemudian tetapi juga Yang Awal dan Yang Akhir; ini menjamin kita bahwa setelah memulai kehidupan gereja, Dia tentu akan menggenapinya (2 Tim. 4꞉5). Tuhan Yesus tidak akan pernah meninggalkan pekerjaan‑Nya tidak selesai (Why. 10꞉7; 15꞉1, 8). Semua gereja lokal harus percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Dia akan menggenapkan apa yang telah Dia mulai dalam pemulihan‑Nya.

Dalam Wahyu 1꞉18a Tuhan berkata “Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama‑lamanya”. Tuhan menderita kematian dan hidup kembali (Why. 2꞉8). Kristus masuk ke dalam maut, tetapi maut tidak bisa menahan Dia (Kis. 2꞉24), karena Dialah kebangkitan itu (Yoh. 11꞉25). Kebangkitan adalah perpanjangan hari‑hari Tuhan; Dia akan ada selama‑lamanya dalam kebangkitan‑Nya. Yesus Kristus hari ini adalah Yang hidup, Dia yang ada dalam kebangkitan. Agar Kristus menyalurkan hayat, Dia harus menjadi Yang hidup. Pentingnya Kristus sebagai Yang hidup adalah Dia hidup selama‑lamanya dan hidup di dalam kita. Dia ingin kita meninggalkan segala jenis kematian dan bangkit untuk menjadi gereja yang hidup. Semakin kita hidup, kita akan semakin menjadi kesaksian Yesus yang hidup (Why. 12꞉11).

Kristus sang bangkit ini masuk kedalam maut dan pergi memberitakan Injil kepada roh‑roh yang ada di dalam penjara (1 Ptr. 3꞉19). Roh‑roh di sini bukan mengacu kepada roh‑roh manusia yang sudah mati dan tidak bertubuh, yang berada di Alam Maut, melainkan mengacu kepada malaikat‑malaikat (malaikat‑malaikat adalah roh‑roh—Ibr. 1꞉14) yang jatuh karena ketidaktaatan pada zaman Nuh dan dipenjara dalam lubang kegelapan, menunggu penghakiman hari besar itu (2 Ptr. 2꞉4‑5; Yud. 6). Setelah kematian‑Nya dalam daging, Kristus dalam Roh‑Nya yang hidup sebagai keilahian‑Nya pergi ke jurang maut untuk menemui malaikat‑malaikat yang memberontak ini untuk memberitakan kemenangan Allah, yang dirampungkan melalui inkarnasi‑Nya dalam Kristus dan kematian Kristus dalam daging, atas siasat Satan untuk mengacaukan rencana ilahi. Penjara (1 Ptr. 3꞉19) mengacu kepada Tartarus, lubang yang dalam dan gelap, tempat malaikat‑malaikat yang jatuh ditahan.

Selanjutnya dalam Wahyu 1꞉18b Tuhan Yesus berkata, “Aku memegang segala kunci maut dan Alam Maut” (Tl.). Karena kejatuhan dan dosa manusia, maut telah masuk dan sekarang beroperasi di bumi untuk mengumpulkan semua orang dosa dan membawa mereka ke Alam Maut, tempat orang‑orang yang mati disimpan. Namun dalam kehidupan gereja, kita tidak lagi tunduk kepada maut dan Alam Maut (Flp. 3꞉10‑11). Kristus membinasakan maut di atas salib, dan Dia mengalahkan Alam Maut dalam kebangkitan‑Nya. Meskipun maut berusaha sebisanya untuk menahan Kristus, maut tidak berkuasa untuk melakukannya (Kis. 2꞉24). Kristus adalah Allah dan kebangkitan (Yoh. 1꞉1; 11꞉25), memiliki hayat yang tak dapat binasa (Ibr. 7꞉16). Karena Dia adalah Yang hidup selamanya, maut tidak dapat menahan Dia. Kristus menyerahkan diri‑Nya kepada maut, tetapi maut tidak memiliki jalan untuk menahan Dia; sebaliknya, maut dikalahkan oleh‑Nya, dan Dia bangkit dari maut. Karena itu, pada Kristus, maut tidak bersengat, dan Alam Maut tidak berkuasa.