Home
Aktifitas
Arus Hayat
Arus Hayat Radio
Hubungi Kami
Artikel Terbaru
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (14)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (13)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (12)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (11)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (10)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (9)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (4)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (3)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (2)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (1)
Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (2)
Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (1)
Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (2)
Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (1)
KEPERLUAN ORANG YANG MATI — KEBANGKITAN HAYAT (2)
Terang Ilahi & Kebenaran Ilahi

Intisari Pelajaran Hayat 1 Yohanes, Berita 9 & 10
 

      Di dalam Pelajaran Hayat I Yohanes kita perlu menyisipkan pada butir ini, beberapa berita tentang terang ilahi dan kebenaran ilahi. Terang ilahi adalah esensi dari ekspresi Allah. Kebenaran ilahi adalah hasil dari terang ilahi. Ketika terang ilahi menyinari di dalam kita, ia menjadi kebenaran ilahi, yang adalah realitas ilahi. Yohanes 1:4 mengatakan  bahwa di dalam Kristus ada hayat ilahi, dan hayat ini adalah terang ilahi. Oleh karena itu, hayat adalah terang. Bila kita mempunyai hayat ilahi, kita juga mempunyai terang ilahi. Terang ilahi diwujudkan di dalam Yesus sebagai Allah yang berinkarnasi. Karena Dia adalah perwujudan dari terang ilahi, Tuhan Yesus berkata, "Aku adalah terang dunia; barangsiapa yang mengikuti Aku sama sekali tidak akan berjalan di dalam kegelapan, tetapi akan memiliki terang hayat (Yoh.8:12). Terang ilahi yang dihasilkan di dalam kebenaran dan bersinar di dalam hayat diwujudkan di dalam Persona Tuhan Yesus, yang adalah Allah yang berinkarnasi. Masalah ini dalam dan besar.

      Di antara orang-orang Kristen hari ini ada satu kekurangan yang besar tentang mengenal kebenaran-kebenaran alkitabiah. Oleh karena itu, sasaran pemulihan Tuhan adalah memulihkan semua kebenaran alkitabiah, semua realitas alkitabiah. Sebagai orang yang di dalam pemulihan Tuhan, kita harus menyadari bahwa ada satu keperluan yang mendesak bagi kita semua untuk memiliki pengenalan yang sempurna tentang kebenaran, pengalaman tentang kebenaran, dan kecakapan untuk menyampaikan kebenaran kepada orang-orang lain.

      Di dalam 1:6 Yohanes berkata tentang kebenaran ilahi. Kata kebenaran dalam bahasa Yunani adalah Aletheia, yang berarti kebenaran atau realitas (lawan sia-sia), kebenaran, kejujuran, kesungguhan, ketulusan.  Menurut Perjanjian Baru, pertama-tama kebenaran adalah Allah, yang adalah terang dan kasih, berinkarnasi menjadi realitas hal-hal ilahi. Kedua, kebenaran di dalam Perjanjian Baru menunjukkan Kristus, yang adalah Allah berinkarnasi dan di dalam-Nya semua kepenuhan Ke-Allah-an berhuni secara jasmaniah (Kol.2:9), menjadi sang realitas. Ketiga, kebenaran adalah Roh itu, yang adalah Kristus yang mengalami transfigurasi, realitas Kristus, dan wahyu ilahi

      Di dalam berita ini, setelah kita melihat bahwa kebenaran adalah Trinitas ilahi, kita akan melanjutkan untuk melihat arti kata kebenaran di dalam Perjanjian Baru. Kebenaran juga adalah Firman Allah sebagai wahyu ilahi, yang tidak hanya mewahyukan tetapi juga menyampaikan realitas Allah dan Kristus dan semua hal yang ilahi dan rohani. Sebab itu, Firman Allah juga adalah realitas (Yoh.17:17). Kebenaran juga adalah isi iman (kepercayaan), yang adalah elemen-elemen pokok dari apa yang kita percayai sebagai realitas dari injil yang sempurna. Isi Firman Allah juga adalah isi iman Kristiani kita. Ini adalah iman yang objektif, kepercayaan kita.

      Di dalam Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani untuk kata kebenaran, aletheia, juga menunjukkan kesejatian, keadaan yang sebenarnya, ketulusan, kejujuran, sifat yang dapat dipercaya, dan kesetiaan dari Allah sebagai satu kebajikan ilahi, dan dari manusia sebagai satu kebajikan insani, dan sebagai satu hasil dari realitas ilahi, seperti pada Yohanes 4:23-34.

      Dalam jaman Perjanjian Lama bani Israel menyembah Allah di dalam satu tempat khusus – Yerusalem, dan dengan membawa persembahan-persembahan untuk menyembah Allah. Dalam perlambangan, tempat yang dipilih oleh Allah melambangkan roh manusia, di mana adalah tempat tinggal Allah hari ini (Ef.2:22), dan kurban persembahan melambangkan Kristus. Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan yang setiap hari mengalami Kristus yang telah kita terima, yang akan memproduksi persembahan-persembahan yang dengannya kita menyembah Allah. Kemudian kita harus datang ke sidang-sidang gereja di dalam roh dan dengan Kristus yang telah kita alami di dalam penghidupan kita sehari-hari. Semua persembahan ini adalah Kristus yang kita alami secara subjektif. Seandainya beberapa saudara di dalam penghidupan gereja, acuh tak acuh tentang Kristus dan bermalas-malasan mengenai pengalaman tentang Kristus, mereka tidak memiliki pengalaman apa pun tentang Dia, dan ketika mereka datang ke sidang-sidang gereja, mereka datang dengan berhampa tangan, tidak dapat berdoa atau memberi sepatah kata untuk Tuhan. Ini adalah satu hal meremehkan yang meremehkan Allah. Penyembahan semacam ini tidak hanya ditolak oleh Dia, juga disalahkan.

Sebarkan ke:
< Back
Artikel Terbaru