Satu Petrus 1:1 mengatakan, "Dari Petrus, rasul Yesus Kristus. Kepada orang-orang pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia." Surat Kiriman Petrus ditujukan kepada "orang-orang pendatang yang tersebar". Meskipun mereka adalah orang-orang yang terpilih, mereka telah tersebar dan mereka sedang mengembara. Sebagai bangsa pilihan Allah, kaum pilihan Allah, milik khusus Allah, kaum pendatang pilihan yang tersebar ini perlu tahu bahwa mereka berada di bawah penanggulangan pemerintahan Allah untuk tujuan positif-Nya, tidak peduli bagaimana keadaan dan lingkungan sekitar mereka. Apa saja dan apa pun yang terjadi pada diri mereka, entah penganiayaan, atau pencobaan, atau penderitaan jenis lainnya (1 Ptr. 1:6; 5:9), hanyalah sebagian dari penanggulangan pemerintahan Allah yang berharga. Visi semacam ini akan memperleng-kapi, mengokohkan, menguatkan, dan mene-guhkan mereka (5:10) sehingga mereka bertumbuh dalam anugerah (2 Ptr. 3:18).
Satu Petrus 1:2, frase "sesuai dengan rencana Allah" secara harfiah berarti "sesuai dengan pengenalan dini Allah Bapa", mene-rangkan "pilihan" dalam ayat 1. Pekerjaan Trinitas ilahi membuat kaum beriman dapat mengambil bagian dalam Allah Tritunggal. Pemilihan Allah Bapa adalah pemrakarsa; pengudusan Allah Roh menggenapkan pemilih-an Allah Bapa; dan penebusan Allah Putra, yang dilambangkan dengan pemercikan darah-Nya, adalah perampungan. Melalui langkah-langkah ini, kaum beriman dipilih, dikuduskan, dan ditebus untuk menikmati Allah Tritunggal -- Bapa, Putra, dan Roh, yaitu Allah Tritunggal yang ke dalam-Nya mereka dibaptis (Mat. 28:19) dan yang sekarang sedang menikmati kebajikan-Nya (2 Kor. 13:13).
Pengudusan Roh itu yang disinggung dalam ayat 2 bukanlah pengudusan Roh itu yang terjadi setelah pembenaran melalui penebusan Kristus, melainkan pengudusan yang terjadi sebelum ketaatan kepada Kristus dan percaya kepada penebusan-Nya, yaitu sebelum pembenaran melalui penebusan Kristus (1 Kor. 6:11).
Dalam perlambangan, pemercikan darah pendamaian mengantarkan orang yang dipercik ke dalam perjanjian yang lama (Kel. 24:6-8). Demikian pula, pemercikan darah penebusan Kristus mengantarkan kaum beriman yang dipercik ke dalam berkat perjanjian yang baru, yaitu ke dalam kenikmatan penuh atas Allah Tritunggal (Ibr. 9:13-14).
Ayat 2 berakhir dengan perkataan, "Kiranya anugerah dan damai sejahtera makin melim-pah atas kamu." Anugerah adalah Allah sebagai kenikmatan kita (Yoh. 1:17; 1 Kor. 15:10). Damai sejahtera adalah keadaan yang dihasilkan dari anugerah. Anugerah yang makin melimpah berhubungan dengan berbagai anugerah (1 Ptr. 4:10) dan segala anugerah (5:10). Anugerah ini perlu dilipatgandakan di dalam mereka.
Dalam 1:3 Petrus melanjutkan bahwa Bapa tidak hanya memilih kita, tetapi juga melahirkan kembali kita. Dalam kekekalan yang lampau Allah memilih kita, menyeleksi kita. Kemudian Roh-Nya datang kepada kita untuk memisahkan kita. Selanjutnya, kita menerima pemercikan darah Yesus Kristus, penerapan penebusan-Nya. Pada saat kita dipercik secara luaran oleh darah, secara batini kita dilahirkan kembali oleh Roh yang menguduskan. Diakhir ayat 3, Petrus mengatakan bahwa kita telah dilahirkan kepada pengharapan yang hidup. Kata Yunani yang diterjemahkan "kepada" berarti menghasilkan, mengakibatkan, dengan tujuan, dengan maksud. Allah telah melahirkan kita kembali dengan maksud kepada suatu pengharapan yang hidup. Memiliki pengharapan yang hidup berarti mendapatkan hayat.
Satu Petrus 1:4 mengatakan, "Untuk mene-rima warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan tidak dapat layu, yang tersimpan di surga bagi kamu." Pengharapan yang hidup, yang berasal dari kelahiran kembali adalah pengharapan kita atas berkat yang akan datang; warisan adalah perwujudan dari peng-harapan kita dalam zaman yang akan datang dan dalam kekekalan. Warisan ini meliputi keselamatan yang akan datang atas jiwa kita (ayat 5, 9), anugerah yang akan kita terima pada saat Tuhan menyatakan diri (ayat 13), kemuliaan yang akan dinyatakan (5:1), mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu (5:4), dan kemuliaan yang kekal (5:10). Semua butir dari warisan kekal itu berhubungan dengan hayat ilahi yang kita dapatkan melalui kelahiran kembali dan yang kita alami serta nikmati sepanjang hidup kristiani kita.
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (14)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (13)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (12)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (11)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (10)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (9)
- PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (4)
- PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (3)
- PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (2)
- PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (1)
- Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (2)
- Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (1)
- Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (2)
- Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (1)
- KEPERLUAN ORANG YANG MATI — KEBANGKITAN HAYAT (2)