Pembacaan Alkitab꞉ 1 Ptr. 2꞉4-5; Za. 3꞉9; 4꞉10; Yoh. 10꞉11-16; Yeh. 34꞉11-31
Kaum beriman pertama‑tama dilambangkan oleh batu‑batu hidup, orang-orang yang ditransformasi dengan sifat batu Kristus untuk menjadi rumah rohani Allah (1 Ptr. 2꞉4‑5). Kita diciptakan dari tanah liat (Rm. 9꞉21), tetapi pada saat kelahiran kembali, kita menerima benih dari hayat ilahi (1 Ptr. 1꞉23‑24), yang melalui benih itu bertumbuh di dalam kita, mentransformasi kita menjadi batu‑batu hidup.
Kristus adalah batu hidup, batu fondasi, batu penjuru, dan batu utama dari bangunan Allah; setelah dilahirkan dari Allah, kaum beriman dalam Kristus ditransformasi ke dalam batu‑batu permata yang hidup bagi pembangunan gereja sebagai rumah rohani Allah (1 Ptr. 2꞉5‑7). Kristus juga batu dengan tujuh mata, yang menandakan tujuh Roh Allah, Roh yang diintensifkan tujuh ganda (Za. 3꞉9; 4꞉10); Roh yang diintensifkan tujuh ganda juga ditandai oleh tujuh mata Anak Domba (Why. 5꞉6) dan tujuh obor yang menyala‑nyala di hadapan takhta Allah (4꞉5). Pelita adalah untuk menerangi, menyelidiki, menyingkapkan, menghakimi, serta membakar, dan mata adalah untuk menginfus. Jalan agar kita menjadi batu‑batu hidup adalah datang kepada‑Nya dan dilihat oleh Dia. Sewaktu Tuhan menerangi dan menghakimi kita, Dia memandang kita dan menginfuskan diri‑Nya ke dalam kita bagi transformasi kita ke dalam gambar‑Nya.
Ketika Kristus sebagai batu hidup dari kasih karunia Allah disusun ke dalam diri kita melalui pengalaman subjektif kita akan Dia, Dia menjadi bantal kita bagi perhentian kita untuk menjadikan kita tiang dalam bangunan Allah (Kej. 28꞉11‑12, 17‑19a). Pada akhirnya, Kristus yang korporat, Kristus bersama mempelai perempuan pemenang‑Nya, akan datang sebagai batu untuk meremukkan agregat dari pemerintahan insani untuk mendatangkan Kerajaan Allah (Dan. 2꞉34‑35; Yl. 3꞉11). Dari mulut Kristus keluar pedang yang tajam, yang dengannya Dia akan memukul bangsa‑bangsa (Why. 19꞉15a; 1꞉16). Untuk disusun dan dibaurkan dengan Kristus untuk menjadi batu pemukul korporat, pemenang‑pejuang korporat‑Nya, kita memerlukan firman yang membunuh yang menanggulangi musuh; kita harus mendoabacakan Firman untuk mengalami pedang sebagai alat pembunuh (Ef. 6꞉17‑18).
Kaum beriman juga dilambangkan oleh domba‑domba, orang‑orang yang ada di bawah penggembalaan organik Kristus (Yoh. 10꞉11‑16; Mzm. 23꞉1). Tuhan sendiri datang sebagai Gembala untuk mencari domba-domba‑Nya dan menemukan mereka (Yeh. 34꞉11‑31; Luk. 15꞉3‑7). Tuhan membawa domba‑domba‑Nya ke negeri mereka sendiri dan ke gunung yang tinggi; negeri itu menandakan Kristus sebagai negeri Kanaan yang baik dan Kristus yang bangkit dan naik (Yeh. 34꞉13‑14; Kol. 1꞉12). Tuhan membawa domba‑domba‑Nya kembali ke aliran sungai, menandakan Roh pemberi‑hayat, dan Dia memberi makan kawanan domba‑Nya di tepi aliran sungai, menandakan Dia memberi makan kaum beriman dengan kekayaan‑Nya (Yeh. 34꞉13; Why. 22꞉1‑2a). Tuhan membawa domba‑domba‑Nya kembali ke padang rumput yang baik dan kaya, menandakan Kristus sebagai suplai hayat kita, dan membuat mereka berbaring, menunjukkan bahwa Dia memberi mereka perhentian batini (Yeh. 34꞉14‑15; Mzm. 23꞉2). Tuhan membalut yang luka dan menguatkan yang sakit; melalui pengasuhan dan perawatan‑Nya, Dia membuat setiap domba yang lemah menjadi kuda keagungan dalam peperangan (Yeh. 34꞉16a; Za. 10꞉3). Tuhan melaksanakan penghakiman yang adil benar untuk membersihkan semua hal yang tidak adil di antara umat Allah yang dipulihkan; Dia yang merawat kita dan menyuplai kita membuat kita memiliki perasaan yang akurat mengenai hubungan kita dengan yang lain; ketika kita memiliki perasaan sedemikian, kita menghakimi diri kita sendiri, dan hasilnya, kita memiliki keesaan yang sejati bersama kaum saleh sebagai satu kawanan domba (Yeh. 34꞉17‑22; Kol. 3꞉15).