Artikel

Gandum Hayat, Benih yang Baik, Garam Dunia, Terang Dunia dan Penjala Manusia

24 Oct 2026
3 menit baca

Pembacaan Alkitab꞉ Mat. 3꞉12; 13꞉38; 5꞉13-16; 4꞉16-20

Kaum beriman dilambangkan dengan gandum hayat, yang akan dikumpulkan ke dalam lumbung Tuhan. Kaum beriman sebagai gandum memiliki hayat ilahi di dalam mereka; hayat adalah diri Allah sendiri yang dinikmati oleh manusia (Mzm. 36꞉8‑10). Jika kita ingin hayat Kristus tak terhambat di dalam kita, kita harus mengalami peremukan salib, kematian Kristus yang membunuh di dalam Roh yang almuhit, agar rintangan‑rintangan berikut di dalam kita bisa ditanggulangi dan disingkirkan. Menjadi seorang Kristen berarti memperhatikan Kristus yang hidup di dalam kita dan tidak mengambil apa pun selain Kristus sebagai sasaran kita; rintangan untuk hal ini adalah tidak mengenal jalan setapak hayat dan tidak mengambil Kristus sebagai hayat kita. Rintangan kedua adalah kemunafikan; kerohanian seseorang tidak ditentukan oleh penampilan luaran, tetapi oleh bagaimana ia memperhatikan Kristus. Rintangan ketiga adalah pemberontakan; kita mungkin sangat aktif dan bergairah dalam melakukan segala sesuatu, tetapi masih memenjarakan dan tidak menaati Kristus yang hidup di dalam kita dengan mengabaikan Dia. Rintangan keempat adalah kecakapan‑kecakapan alamiah kita; jika kecakapan‑kecakapan alamiah ini tetap tidak diremukkan di dalam kita, hal itu akan menjadi masalah bagi hayat Kristus.

Kaum beriman dilambangkan dengan benih yang baik, anak‑anak kerajaan yang ditaburkan oleh Tuhan untuk bertumbuh dalam kerajaan‑Nya (Mat. 13꞉24, 38). Benih itu adalah firman Allah, diri Kristus sendiri (1 Ptr. 1꞉23), yang ditaburkan ke dalam kita untuk menjadikan kita benih yang baik, anak‑anak kebangkitan. Firman Allah sebagai sebutir gandum menyalurkan Allah sebagai hayat ke dalam kita untuk merawat kita; juga, firman sebagai api membakar kita dan banyak hal yang kita andalkan, serta firman sebagai palu untuk merobohkan ego kita, hayat alamiah kita, daging kita, nafsu kita, dan konsepsi‑konsepsi kita. Sebagai benih yang baik, kita harus mengikuti Tuhan jatuh ke dalam tanah untuk mati dan menghasilkan banyak buah dalam kebangkitan; mati dan mengalami salib adalah menyangkal dan menolak hayat jiwa kita, hayat alamiah kita, untuk hidup oleh hayat ilahi.

Kaum beriman adalah garam bumi, orang-orang yang membunuh dan melenyapkan kuman‑kuman kerusakan dan kebusukan bumi (Mat. 5꞉13). Istri Lot menjadi tiang garam dan kehilangan fungsi penggaramannya karena ia menengok ke belakang ke Sodom, menunjukkan bahwa ia mengasihi dan memustikakan dunia jahat yang akan Allah hancurkan. Untuk mengikut Tuhan, kita harus memberikan semua yang kita miliki dan segala yang dapat kita lakukan; kalau tidak, kita akan gagal, menjadi garam yang tak memiliki rasa dan dibuang dari alam mulia ke tempat yang memalukan. Kita seharusnya tidak kecewa atau putus asa, tetapi dikuatkan dan dimampukan untuk memperhidupkan ekonomi Allah oleh Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sebagai kasih karunia yang serba cukup (1 Kor. 15꞉10).

Kaum beriman adalah terang dunia, orang‑orang yang membiarkan terang mereka bersinar di hadapan manusia untuk menyingkirkan kegelapan dunia (Mat. 5꞉1416). Terang adalah hadirat Allah; karena kita telah dilahirkan dari Allah, kita sekarang adalah terang di dalam Tuhan dan harus berjalan sebagai anak‑anak terang. Jalan untuk diselamatkan dari obsesi dan penipuan diri adalah hidup di dalam terang, terbuka kepada penyorotan Allah, dan tidak menghasilkan terang kita sendiri (Mzm. 36꞉9‑10). Hayat berasal dari sorotan terang, terang adalah firman Allah, dan terang adalah perasaan hayat batini (2 Kor. 4꞉6).

Akhirnya, kaum beriman juga adalah penjala manusia (Mat. 4꞉16‑20). Menjadi penjala manusia adalah membawa manusia keluar dari dunia, yang ditandai oleh laut dengan air kematiannya, ke dalam Kerajaan Surga (Luk. 5꞉10). Jalan untuk membawa orang lain keluar dari dunia dan masuk ke dalam Kerajaan Surga adalah dengan memberitakan Injil Kerajaan, Injil keselamatan lengkap Allah, sampai ke ujung bumi (Mat. 24꞉14).