Mazmur 36꞉10
Sebab pada‑Mu ada sumber hayat, di dalam terang‑Mu kami melihat terang.
MENIKMATI TUHAN MELALUI DOA BACA FIRMAN
Untuk menikmati sesuatu, kita membutuhkan organ yang tepat. Untuk menikmati musik, kita membutuhkan telinga; untuk menikmati aroma tertentu, kita membutuhkan hidung; untuk menikmati pemandangan, kita membutuhkan mata; dan untuk menikmati makanan, kita membutuhkan mulut. Organ yang memungkinkan kita menikmati Kristus adalah roh kita. Jika kita ingin menikmati Kristus, kita perlu menggunakan roh kita untuk berkontak dengan Dia baik sebagai Roh maupun firman. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan doa‑baca. Kita perlu melatih roh kita untuk berdoa, yaitu, untuk berkontak dengan Roh, dan kita juga perlu melatih roh kita untuk membaca, yaitu, untuk berkontak dengan firman. Ketika kita menggabungkan berdoa dan membaca, kita memiliki doa‑baca.
Setiap kali kita makan, kita biasanya minum sesuatu untuk menemani makanan kita. Tidak cukup hanya makan tanpa minum. Untuk makan dengan cukup, kita perlu makan sambil minum. Dengan cara yang sama, untuk berdoa dengan benar, kita perlu berdoa sambil membaca; yaitu, kita perlu doa‑baca. Tanpa membaca, kita mungkin bisa berdoa sedikit, tetapi kita tidak akan mampu berdoa dengan cukup. Untuk berdoa dengan cukup, kita perlu doa‑baca. Tanpa firman, kita tidak dapat berdoa dengan cukup. Jika kita mencoba berdoa tanpa firman, kita akan kehabisan kata‑kata. Kita akan kehabisan kata‑kata untuk doa kita.
Alkitab dapat dianggap sebagai buku doa panjang yang terdiri dari enam puluh enam kitab. Ayat pertama dari buku doa ini mengatakan, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej. 1꞉1), dan di akhir buku doa ini kita menemukan kata‑kata, “Ya, Aku datang segera. Amin. Datanglah, Tuhan Yesus!” (Why. 22꞉20). Dari awal hingga akhir, semua kata dalam Alkitab cocok untuk doa kita. Oleh karena itu, kita tidak perlu mempelajari metode doa tertentu. Kita cukup berdoa dengan katakata yang tertulis dalam Alkitab. Dengan doabaca, kita menikmati Tuhan sebagai Roh dan Firman.
MENIKMATI TUHAN SEBAGAI HAYAT DAN SUPLAI HAYAT
Ketika kita menikmati Tuhan, kita menikmati Dia pertama‑tama sebagai hayat (Yoh. 11꞉25; Kol. 3꞉4). Kristus adalah Roh yang memberi hayat. Dia juga adalah roti hayat (Yoh. 6꞉35, 48). Ketika kita menikmati Kristus sebagai hayat, kita juga menikmati Dia sebagai sumber hayat kita. Sumber hayat ini mencakup semuanya. Kebutuhan dasar untuk kehidupan fisik kita meliputi sinar matahari, udara, air, dan makanan. Untuk mempertahankan kehidupan fisik kita, kita membutuhkan setidaknya empat hal ini. Tanpa cahaya matahari, tidak ada kehidupan yang dapat ada di bumi. Setiap hari kita menyerap sinar matahari, menghirup udara, minum air, dan makan makanan. Semua ini merupakan sumber kehidupan yang menopang kita.
Untuk mempertahankan kehidupan rohani kita, kita perlu menikmati terang, udara, air, dan makanan rohani melalui doa sambil membaca. Semakin banyak kita berdoa sambil membaca, semakin kita diberi makan dan disuplai dengan Kristus sebagai sumber hayat surgawi. Saat kita doa‑baca, kita merasakan sesuatu yang bersinar dan menghangatkan kita dari dalam. Kita dapat doa‑baca Kejadian 3꞉1 ꞉ “Adapun ular, Amin; Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat, Amin.” Saat kita berdoa sambil membaca ayat yang tampaknya negatif ini, kita merasakan sesuatu yang menerangi kita, bersinar di dalam kita, dan menghangatkan kita dari dalam. Inilah Kristus sebagai realitas sinar matahari.
Tidak hanya itu, semakin sering kita doa-baca, semakin kita merasa disegarkan secara batiniah. Kita dapat menganggap doa‑baca sebagai pernapasan rohani. Kita disegarkan karena kita telah menghirup Kristus sebagai udara surgawi. Setelah membaca Kejadian 3꞉1 sambil berdoa untuk waktu yang lebih lama, kita akan merasa seperti disirami, dahaga kita telah terpuaskan. Pada saat yang sama kita akan merasa kenyang, bahwa kita tidak lagi lapar. Dengan doa baca satu ayat berulang kali, kita akan merasakan kehangatan batin, penyegaran, penyiraman, dan kepuasan. Alasannya adalah bahwa ketika kita doa‑baca, kita melatih roh kita. Ketika kita melatih roh kita, kita menjamah Tuhan sebagai Roh, dan kita juga menjamah Tuhan sebagai firman. Dalam Roh maupun dalam firman, kita menikmati Tuhan. Kita menikmati Dia sebagai sumber hayat kita, dan sebagai hasilnya, alih-alih hanya diajar, kita diberi makan.
Kita tidak tahu berapa banyak unsur yang terkandung dalam makanan fisik kita. Meskipun kita tidak dapat menjelaskan isi makanan kita, kita tetap menikmati makanan tersebut dan menerima manfaatnya. Demikian pula, kita tidak tahu berapa banyak unsur rohani yang terkandung dalam ayat Alkitab tertentu, tetapi melalui doa baca, kita menikmati semua unsur tersebut. Setelah kita menikmati makanan kita, zat, unsur, dan esensi makanan tersebut bekerja di dalam diri kita. Beberapa unsur dalam makanan membunuh kuman di dalam tubuh kita, dan unsur lainnya memberi kita sesuatu yang positif. Firman dalam Alkitab adalah makanan kita karena setiap kata dalam Alkitab adalah perwujudan Kristus (Yoh. 5꞉39; 6꞉63; Luk. 24꞉27, 44). Kristus adalah makanan yang sejati (Yoh. 6꞉35, 57). Selama kita menikmati Kristus sebagai makanan rohani kita, keefektifan semua kekayaan‑Nya akan diterapkan kepada kita.
PEKERJAAN FIRMAN DALAM DIRI KITA MELALUI DOA BACA
Kita dapat mengilustrasikan lagi dengan menggunakan Kejadian 3꞉1. Di pagi hari Anda dapat doa‑baca, “Ya Tuhan, ular itu; Ya Tuhan, ular itu paling licik, Amin.” Anda mungkin tidak mengerti apa yang Anda baca; namun demikian, dengan menerima firman itu, Anda akan diberi makan. Yakinlah bahwa suatu saat ayat ini akan bekerja dalam diri Anda. Suatu hari Anda mungkin menyadari bahwa Andalah yang licik. Pada saat tertentu ketika Anda mencoba untuk menjadi licik, kata licik akan bekerja dalam diri Anda untuk membunuh kelicikan dalam diri Anda. Sebelum Anda doa‑baca ayat ini, ketika Anda mencoba untuk menjadi licik, Anda mungkin cukup bahagia. Tetapi setelah doa baca ayat ini, kemampuan dalam diri Anda untuk menjadi licik akan diakhiri. Inilah kekuatan pembunuh dalam firman. Unsur-unsur rohani dalam firman menjadi kekuatan pembunuh yang membunuh kelicikan Anda. Orang‑orang yang mengenal Anda mungkin menyadari bahwa Anda pernah menjadi orang yang sangat licik, tetapi sekarang ketika Anda mencoba untuk menjadi licik, Anda tidak mampu melakukannya. Telah terjadi perubahan dalam dirimu. Perubahan ini terjadi melalui doa dan pembacaan firman. Nutrisi yang Anda terima dari firman mengandung unsur yang membunuh kelicikan dalam diri Anda. Ketika Anda doa baca firman, "Ular itu lebih licik," Anda mungkin tidak mendapatkan pemahaman apa pun tentang apa yang anda baca. Namun demikian, melalui doa dan pembacaan firman, Anda "menelan" firman ini, dan firman ini diasimilasi ke dalam diri Anda. Mulai saat itu, setiap kali Anda mencoba bertindak dengan cara yang licik, Anda akan merasa bahwa Anda adalah seekor ular. Akibatnya, Anda tidak akan berani bersikap licik. Anda akan bersedia untuk bersikap jujur dan terbuka.
Cara menerima firman dalam Alkitab seharusnya hanya memakan firman itu (Yer. 15꞉16). Secara bertahap, apa yang telah kita makan akan bekerja di dalam diri kita. Inilah cara kerja firman dalam cara yang hidup. Jika Anda doa‑baca firman Tuhan beberapa kali setiap hari, firman sebagai makanan rohani yang mengandung Kristus sebagai unsurnya akan masuk ke dalam diri Anda. Cepat atau lambat firman ini akan menghasilkan sesuatu di dalam diri Anda. Firman itu akan membunuh hal‑hal negatif dalam diri Anda dan akan membebaskan Anda. Karena Kristus, Roh Kudus, dan firman adalah satu, maka tepat untuk mengatakan bahwa pekerjaan di dalam diri Anda ini adalah pekerjaan Roh Kudus, pekerjaan Tuhan, dan pekerjaan firman.
Sumber꞉ Enjoying the Riches of Christ to Become the Body as His Fullness, CWWL, 1967, vol. 2, ch. 2