Artikel

Anak Domba‑Allah di Atas Takhta di Dalam Kota

22 Jun 2026
4 menit baca

Pembacaan Alkitab꞉ Why. 4꞉2-3; 22꞉1-5; 21꞉23; Yeh. 1꞉22, 26-28
 

Dalam Wahyu 22꞉1 kita melihat ada takhta Allah dan Anak Domba. Hal ini memperlihatkan bahwa ada satu takhta bagi Allah dan Anak Domba, menunjukkan bahwa Allah dan Anak Domba adalah satu—Anak Domba‑Allah, Allah yang menebus, Allah Penebus (Why. 22꞉1; 4꞉23). Dalam kekekalan, Allah yang duduk di atas takhta adalah Allah kita yang menebus, yang dari takhta‑Nya mengalir sungai air hayat bagi suplai dan kepuasan kita. Ini menggambarkan bagaimana Allah Tritunggal—Allah, Anak Domba, dan Roh itu, yang dilambangkan oleh air hayat—menyalurkan diri‑Nya sendiri ke dalam umat tebusan‑Nya di bawah kekepalaan‑Nya (tersirat dalam otoritas takhta) untuk kekekalan.

Takhta itu adalah pusat dari kehidupan Kristen kita. Dalam kehidupan kita sehari‑hari, dalam kehidupan keluarga kita, dalam kehidupan pernikahan kita, dalam kehidupan bisnis kita, dan dalam kehidupan gereja kita, pusatnya haruslah takhta Allah. segala sesuatu harus tunduk kepada kekepalaan‑Nya. Setiap pagi setelah bangun, kita perlu berkata, “Tuhan, terima kasih untuk hari yang baru bagiku untuk mengambil Engkau sebagai Tuhanku. Aku menundukkan diriku di bawah kekepalaan‑Mu untuk sepanjang hari ini. Tuhan, dirikanlah takhta‑Mu dalam hidupku. Dirikanlah takhta‑Mu di pusat diriku. Tuhan, bawalah seluruh hariku dengan kehidupanku sehari‑hari di bawah takhta‑Mu.” Jika kita mau mempersembahkan doa seperti itu kepada Allah Tritunggal setiap pagi, sejak saat itu kita akan memiliki air hidup mengalir di dalam kita.

Yehezkiel 1 mewahyukan bahwa titik tertinggi dalam pengalaman rohani kita adalah memiliki langit yang cerah dengan takhta Allah di atasnya; mencapai titik ini berarti dalam segala sesuatu kita mengizinkan Allah untuk memiliki tempat utama dan sepenuhnya tunduk kepada otoritas dan administrasi‑Nya (Yeh. 1꞉22, 26). Langit rohani di atas kepalakepala dari makhluk‑makhluk hidup itu jernih cerah, seperti cakrawala besar yang kelihatan seperti hablur es yang mendahsyatkan; selain itu, langit ini terbentang dan teguh, tidak berubah, seperti kristal. Dalam situasi seperti itu, tidak ada apa pun di antara kita dengan Allah dan tidak ada apa pun di antara kita dengan yang lain; kita memiliki persekutuan yang menyeluruh dan jernih dengan Tuhan dan dengan yang lain. Ini memerlukan pemeliharaan hati nurani yang murni tanpa pelanggaran terhadap Allah dan manusia; kisah langit kita adalah kisah hati nurani kita (Kis. 24꞉16).

Yehezkiel 1 juga mewahyukan bahwa Dia yang di atas takhta terlihat seperti rupa manusia, namun pada‑Nya ada gambar kemuliaan Yehova, menunjukkan bahwa Dia yang duduk di atas takhta itu adalah Allah dan manusia; inilah Yesus Kristus, Manusia‑Allah, perbauran Allah dan manusia (Yeh. 1꞉26, 28). Sejak kenaikan Tuhan Yesus, telah ada seorang Manusia di atas takhta; di zaman seribu tahun dan di langit baru dan bumi baru untuk kekekalan, masih akan ada seorang Manusia di atas takhta (Mat. 19꞉28; Why. 22꞉1, 3).

Selanjutnya Yehezkiel 1 berkata bahwa rupa manusia di atas takhta itu memiliki dua aspek꞉ dari pinggang ke atas Dia seperti elektrum (suasa, LAI), dan dari pinggang ke bawah, seperti api (Yeh 1꞉27). Elektrum adalah logam yang mengilat, campuran emas dan perak; emas menandakan sifat Allah, dan perak menandakan penebusan; karena itu, elektrum, yang terdiri dari unsur emas dan perak, menandakan Anak Domba‑Allah, Allah yang menebus. Bagian atas dari seorang manusia, dari pinggang sampai kepalanya, adalah bagian perasaan, sensasi, menandakan sifat dan wataknya; menurut sifat dan watak‑Nya, Tuhan Yesus di atas takhta terlihat seperti elektrum, menandakan Allah yang menebus. Bagian bawah dari tubuh manusia adalah bagi pergerakan; rupa api dari pinggang ke bawah menandakan penampilan Tuhan dalam pergerakan‑Nya dengan kuasa Allah yang membakar dan menguduskan. Ketika Tuhan datang kepada kita, Dia datang sebagai api untuk menerangi, menyelidiki, dan membakar; kemudian melalui api Dia menjadi elektrum yang mengilat bagi kita, dan kita dipenuhi dengan ekspresi yang memancar dari Allah yang menebus.