Pembacaan Alkitab꞉ Why. 20꞉1-6; 19꞉11-16, 19-21
Kristus adalah sang Pendiri kerajaan (Why. 20꞉1‑ 6). Setelah memerangi musuh‑musuh-Nya, Kristus akan mendirikan Kerajaan Allah di bumi, Kerajaan Seribu Tahun, dan memerintah bersama orang‑orang beriman pemenang‑Nya selama seribu tahun. Seluruh bumi harus dibersihkan sebagai persiapan bagi Kerajaan Allah datang. Hanya satu hal yang tinggal, dan itu adalah Satan, sumber semua masalah. Butir pertama yang disebutkan dalam Wahyu 20, satu pasal mengenai zaman seribu tahun, adalah diikatnya Satan. Meskipun Tuhan menghakimi Satan di atas salib, penghakiman itu belum sepenuhnya dilaksanakan. Ketika Tuhan kembali, Dia akan sepenuhnya melaksanakan penghakiman yang Dia rampungkan di atas salib atas Satan. Satan akan diikat dan dicampakkan ke dalam jurang, tak berdaya untuk bertindak atau merusak siapa pun; maka bumi akan menjadi Kerajaan Kristus.
Menurut nubuat Alkitab, zaman seribu tahun ada dalam dua bagian꞉ bagian atas, surgawi, dan bagian bawah, bumiah. Bagian atas dari zaman seribu tahun disebut Kerajaan Bapa (Mat. 13꞉43), dan bagian bawah disebut Kerajaan Anak Manusia (Mat. 13꞉41). Kerajaan Mesias, atau kerajaan milik Mesias, adalah nama lain dari bagian bawah dari zaman seribu tahun. Wahyu 20꞉4‑6 mewahyukan bahwa Kristus sebagai sang Pendiri kerajaan akan memerintah bersama kaum saleh pemenang. Karena para pemenang mendatangkan Kerajaan Yesus Kristus, Tuhan akan memerintah selama seribu tahun dan para pemenang juga akan memerintah bersama Kristus selama seribu tahun.
Para pemenang bersyarat untuk memerintah bersama Kristus melalui keinsanian Yesus digarapkan ke dalam mereka (Why. 2꞉26). Para pemenang yang akan memerintah bersama Kristus dalam zaman seribu tahun akan menikmati kebangkitan yang terbaik. Wahyu 20꞉6 berbicara tentang “kebangkitan pertama”. Kebangkitan pertama itu juga adalah “kebangkitan yang unggul”, yaitu, kebangkitan luar biasa yang dicari Rasul Paulus (Flp. 3꞉11). Wahyu 20꞉6 berkata, “Berbahagia dan kuduslah orang yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu”; ini pasti adalah berkat tertinggi yang adalah mewarisi kerajaan yang dimanifestasikan di bumi dan bahkan menjadi raja di dalamnya. Para pemenang akan menjadi imam‑imam untuk mengontak Allah dan meraja bersama Kristus untuk memerintah atas bangsa‑bangsa dalam zaman seribu tahun (Why. 2꞉26‑27; 12꞉5). Dalam Wahyu 19꞉11‑16 dan 19‑21 Kristus diwahyukan sebagai Firman Allah — Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Kristus adalah Saksi Allah yang setia dan benar yang duduk di atas kuda putih, menghakimi dalam keadilbenaran, dan berperang. Kristus akan datang kembali untuk berperang melawan kuasa ketidakadilbenaran Satan, yang hari ini beroperasi di dalam dunia sebagai misteri kedurhakaan dan yang akan menghasilkan Antikristus, manusia durhaka (2 Tes. 2꞉3, 7‑8). Seluruh dunia berada di bawah kuasa ketidakadilbenaran yang satani. Dalam keadilbenaran, Kristus akan kembali untuk berperang melawan ketidakadilbenaran yang dilaksanakan oleh Antikristus dan semua rekannya. Kristus tidak hanya akan menghakimi dalam keadilbenaran tetapi juga berperang dalam keadilbenaran; Dia menghakimi melalui berperang.
Dalam Wahyu 19꞉13b kita melihat mengenai nama Yesus ialah Firman Allah. Ini menunjukkan bahwa diri Tuhan sendiri adalah Firman Allah. Nama Tuhan disebut Firman Allah berarti Dia adalah ekspresi, kesaksian, dan pembicaraan Allah. Firman Allah adalah definisi, penjelasan, dan ekspresi Allah. Untuk mengenal Allah, kita perlu membaca, mempelajari, memandang, merenungkan, dan menatap Kristus sebagai Firman Allah. Sebagai Firman Allah, Kristus berbicara bagi Allah melalui melaksanakan penghakiman Allah atas umat yang memberontak. Bahkan sewaktu Tuhan berperang, Dia berbicara bagi Allah dan mengekspresikan Allah.