Home
Aktifitas
Arus Hayat
Arus Hayat Radio
Hubungi Kami
Artikel Terbaru
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (14)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (13)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (12)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (11)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (10)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (9)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (4)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (3)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (2)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (1)
Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (2)
Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (1)
Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (2)
Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (1)
KEPERLUAN ORANG YANG MATI — KEBANGKITAN HAYAT (2)
Prinsip antiKristus; Mengalami & menikmati Roh yang almuhit

Intisari Pelajaran Hayat 1 Yohanes, Berita 31 & 32

Pembacaan Alkitab : 1 Yoh. 2:18, 22; 4:1-6; 2 Yoh. 7
 

       Yohanes mengatakan bahwa banyak anti-Kristus akan datang (1 Yoh. 2:18); antikristus itu, si pendusta, adalah seorang yang menyangkal Bapa dan Anak (1 Yoh. 2:22); roh antikristus tidak mengakui Yesus (1 Yoh. 4:3); dan penyesat yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia adalah antikristus (2 Yoh. 7). Awalan anti dalam bahasa Yunani mempunyai dua arti. Pertama, berarti menentang; kedua, berarti sebagai pengganti, atau pengganti dari. Ini menunjukkan bahwa seorang antikristus adalah menentang Kristus dan juga menggantikan Kristus dengan sesuatu yang lain. Kita harus berhati-hati, jangan menyangkal sesuatu pun tentang Kristus. Menyangkal aspek apa saja tentang persona Kristus adalah melaksanakan prinsip antikristus.


       Kristus itu almuhit, Dia adalah Allah, Anak, Bapa, dan Roh. 2 Korintus 3:17 mengatakan, “Tuhan adalah Roh.” 1 Korintus 15:45b mengatakan, “Adam yang terakhir menjadi roh yang menghidupkan.” Yesaya 9:5 mengatakan bahwa seorang anak dilahirkan untuk kita dan seorang Anak diberikan kepada kita, dan namaNya disebut Bapa yang kekal. Kolose 1:15 menyingkapkan, Kristus adalah yang sulung dari semua ciptaan, yang berarti  Dia yang pertama dari ciptaan-ciptaan Allah dan menurut ayat 18, Dia adalah yang sulung di antara orang mati, yang berarti Dia adalah yang pertama dalam kebangkitan. Ayat-ayat ini mewahyukan bahwa Kristus adalah Roh dan juga Bapa yang kekal. Yesus Kristus adalah Allah dan manusia. Dia adalah Pencipta dan ciptaan.


       Prinsip antikristus adalah menyangkal aspek-aspek tentang apa adanya Kristus, menyangkal salah satu dari tiga aspek tentang apa adanya Kristus (menyangkal Kristus adalah Roh, Bapa, dan yang sulung di antara semua ciptaan), entah dilakukan dengan tidak sadar atau tanpa dise-ngaja. Semoga kita terkesan dengan fakta prinsip antikristus pertama-tama adalah menyangkal tentang apa adanya Kristus dan kemudian menggantikan Kristus dengan yang lain.


       Surat 1 Yohanes mengatakan kepada kita bagaimana menikmati Allah Tritunggal, yang adalah hayat ilahi bagi kita. Kita menikmati Dia dengan menetap, tinggal, berhuni dalam persekutuan ilahi. Asalkan kita tinggal dalam persekutuan ini, kita akan menikmati Allah Tritunggal sebagai kasih dan terang. Allah Tritunggal ada di dalam kita, untuk kita nikmati. Alkitab mewahyukan bahwa Allah Tritunggal bukan hanya obyek dari iman kita semata; Dia itu subyektif bagi kita, berhuni di dalam kita, menjadi hayat dan suplai hayat kita. Setiap hari, bahkan setiap jam, kita perlu mengalami Dia dan menikmati Dia secara demikian. Alkitab dengan jelas mewahyukan bahwa Allah Tritunggal, setelah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan, telah rampung dalam Roh yang almuhit, yang telah datang untuk berhuni di dalam roh kita.


       Seorang manusia dapat diumpamakan sebagai sebuah radio transistor. Sebuah radio semacam ini mempunyai sebuah alat penerima yang memungkinkannya menerima gelombang radio. Bila radio itu disetel dengan tepat, ia akan memperdengarkan musik. Kita dapat mengata-kan bahwa diri kita seperti radio transistor, dan alat penerima itu adalah roh insani kita. Bila alat penerima kita disetel dengan tepat, kita menikmati musik surgawi. Ini adalah sebuah ilustrasi tentang menikmati Allah Tritunggal yang sekarang adalah Roh pemberi hayat yang berhuni di dalam roh insani kita yang dilahirkan kembali. Dengan roh kita inilah kita menjamah, menikmati, dan mengalami Roh yang almuhit.


       Berdasarkan Kitab Suci, kita dengan kuat bersaksi bahwa Tuhan kita hari ini bukanlah satu bagian dari Allah Tritunggal semata Dia adalah perwujudan dari seluruh Allah Tritung-gal, Putra bersama Bapa dan sebagai Roh. Dalam pengalaman kita hari ini, Dia adalah Roh sebagai realitas Putra bersama Bapa menjadi hayat kita bagi kenikmatan kita. Menyadari bahwa Dia adalah Pribadi yang begitu ajaib, kita tidak peduli doktrin-doktrin yang mati, agama yang hampa, atau liturgi yang tidak berarti. Perhatian kita adalah setiap hari mempunyai pengalaman dan kenikmatan atas Allah Tritunggal.

Sebarkan ke:
< Back
Artikel Terbaru