Home
Aktifitas
Arus Hayat
Arus Hayat Radio
Hubungi Kami
Artikel Terbaru
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (14)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (13)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (12)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (11)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (10)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (9)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (4)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (3)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (2)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (1)
Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (2)
Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (1)
Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (2)
Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (1)
KEPERLUAN ORANG YANG MATI — KEBANGKITAN HAYAT (2)
Ditebus dengan darah yang mahal untuk menjadi kudus dalam seluruh cara hidup kita

      Sebagai manusia yang telah jatuh, kita berada dalam situasi yang mengerikan sebelum kita mengalami penebusan Kristus: kita adalah barang-barang yang dijual di pasar yang najis (pasar cara hidup yang sia-sia). Jika perasaan rohani di dalam Anda peka, ketika Anda berada di pusat perbelanjaan, Anda akan menyadari bahwa tempat yang sedemikian itu tidak bersih. Secara luaran, bisa jadi tempat itu sangat bersih; namun secara rohani, tempat itu sangat kotor. Selain itu, hampir segala sesuatu yang ada di dalam pusat perbelanjaan berkaitan dengan cara hidup yang sia-sia. Dulu, kita diperdagangkan di pusat perbelanjaan Iblis, di dalam pasar yang kotor dan duniawi. Hari ini seluruh masyarakat manusia adalah pasar yang kotor.

      Meskipun kita tadinya adalah barang-barang yang diperdagangkan di pusat perbelanjaan Iblis, Kristus datang untuk membeli kita, menebus kita. Dia membayar harga yang sangat tinggi untuk membeli kita -- harga darah adi-Nya. Iblis tidak menginginkan Kristus membeli kita. Rencana Iblis ialah agar kita dibeli oleh orang lain. Karena itu, ketika Iblis sadar bahwa Kristus datang untuk membeli kita, dia menimbulkan banyak masalah. Karena tidak rela melepaskan kita, tidak mau membiarkan kita pergi, Iblis membangkitkan banyak rintangan dan halangan untuk mencegah Kristus membeli kita. Namun, Kristus mati di atas salib dan mencurahkan darah adi-Nya untuk menebus kita. Dari sisi kita, kita telah dibeli, tetapi dari sisi Iblis, kita telah ditebus.

      Dalam 1 Petrus 1:18 dikatakan bahwa kita telah ditebus "bukan dengan barang yang fana." Darah Kristus adalah sesuatu yang bersifat materi, tetapi khasiatnya, fungsinya, nilainya, kekuatannya, dan kekuasaannya adalah kekal dan tidak fana. Kita dipercik dengan darah adi Kristus, menebus kita dari cara hidup yang sia-sia kepada hidup yang kudus (ayat 18, 15). Karena itu, kita harus memiliki rasa takut yang kudus, kewaspadaan yang sehat dan serius di hadapan Allah, agar sebagai orang-orang pilihan Allah yang ditebus, tidak menyim-pang dari tujuan penebusan Kristus.

      Dalam ayat 18-19 kita memiliki perbandingan antara emas atau perak dan anak domba. Emas dan perak berharga, tetapi keduanya tidak berhayat. Anak domba itu hidup dan organik. Melalui perbandingan ini, Petrus menunjukkan bahwa harga yang dibayar bagi kita oleh Kristus berkaitan dengan sesuatu yang hidup dan organik.

      Ayat 19 mengatakan, "..sama seperti darah anak domba yang tak bercacat dan tak bernoda" (Tl.). Cacat adalah istilah yang sering digunakan bagi ketidakmurnian yang terdapat di dalam batu mulia dan batu permata. Noda adalah flek yang berasal dari luka. Di antara seluruh umat manusia yang pernah hidup di bumi, hanya ada satu Manusia -- Tuhan Yesus Kristus -- yang tanpa campuran atau cacat.

      Kristus adalah Domba Paskah yang sejati. Domba yang dikurbankan pada waktu Paskah harus tanpa cacat dan tanpa noda. Selain itu, domba itu harus dikurung selama empat hari untuk diuji dengan teliti. Sebelum domba itu dikurbankan, harus lebih dulu diuji untuk mem-buktikan bahwa domba itu tanpa cacat dan tanpa noda. Ini adalah apa yang Tuhan Yesus alami di Yerusalem selama hari-hari sebelum Dia disalib-kan. Hari demi hari Dia diuji oleh orang Farisi, orang Saduki, ahli Taurat, tua-tua, dan para imam. Namun, menurut hukum Taurat mereka, mereka tidak dapat menemukan kesalahan pada diri-Nya.

      Merenungkan darah adi Kristus yang dicurahkan bagi Anda di atas salib memberi Anda keinginan untuk menjadi kudus di dalam seluruh cara hidup Anda dan untuk melewati sisa-sisa waktu pengembaraan Anda dengan takut. Jika kita ingin hidup secara demikian, kita perlu menyadari bahwa kita telah ditebus, dibeli dengan harga yang mahal, dengan darah adi Kristus. Kesadaran ini akan membuat kita hidup dengan cara hidup yang kudus, karena kita akan menyadari bahwa darah adi Kristus telah menebus kita dari cara hidup yang sia-sia. Kita tidak ingin hidup lebih lama lagi dalam cara hidup yang sia-sia.

      Cara hidup yang sia-sia belum tentu berdosa. Sebaliknya, dalam hal tertentu mungkin sangat bermoral. Walaupun demikian, tetap saja sia-sia -- tidak ada arah, sasaran, atau tujuan. Segala sesuatu yang tanpa sasaran atau tujuan adalah kesia-siaan. Sekarang kita seharusnya hidup tanpa kesia-siaan. Segala sesuatu yang kita lakukan dan katakan seharusnya memiliki sasaran Allah di depan. Macam kehidupan ini berbobot dan penuh dengan isi. Ini adalah kehidupan yang memiliki arah, sasaran, dan tujuan. Marilah kita semua meluangkan waktu untuk memikirkan tulisan Petrus mengenai darah adi Kristus sehingga dengan cara yang riil kita dapat menjadi kudus di dalam seluruh cara hidup kita dan melewati waktu pengembaraan kita dengan takut.

Sebarkan ke:
< Back
Artikel Terbaru