Intisari Pelajaran Hayat 1 Yohanes, Berita 15 & 16
Pembacaan Alkitab : 1 Yoh. 2:3-6
Dalam 1 Yohanes 2:3-6 kita akan melihat syarat kedua untuk memelihara persekutuan ilahi. Ayat 3 mengatakan “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya”. Ayat ini dimulai dengan kata sambung “dan” menyatakan bahwa Yohanes hendak berbicara mengenai syarat yang lain untuk memelihara persekutuan kita. Kemudian kata “mengenal” dalam bahasa Yunani memiliki makna memahami atau mulai mengenal karena pengalaman yang berkelanjutan. Pengenalan yang berkelanjutan akan Tuhan dalam pengalaman membuat kita menuruti perintah-perintah-Nya. Selanjutnya ayat 4 mengatakan “Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran”. Kata “kebenaran” menyatakan realitas Allah yang disalurkan dan diwahyukan dari firman ilahi. Kemudian kata “perintah-Nya” mengacu kepada perintah perjanjian baru yang adalah perintah Tuhan Yesus yang diberikan secara langsung oleh-Nya, atau melalui para rasul. Semakin kita mengenal Dia di dalam pengalaman semakin kita menuruti perintah-Nya.
Kemudian ayat 5 mengatakan “Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah..” Firman dalam ayat 5 bersinonim dengan "perintah-perintah" dalam ayat 3-4, maka firman adalah totalitas dari semua perintah. Kata "kasih" dalam ayat 5 adalah “agape” yang berarti kasih yang tertinggi, kasih Allah. Kata "sempurna" dalam ayat 5 dalam bahasa Yunani berarti melengkapi, menggenapi, menyelesaikan ini menunjukkan dalam diri Allah, kasih Allah sudah sempurna namun dalam diri kita, kasih Allah itu perlu disempurnakan. Kata “kasih Allah” menunjukkan kasih kita kepada Allah ini berarti kasih datang dari Allah kepada kita dan menjadi pengalaman dan kenikmatan kita sehingga menghasilkan satu kasih terhadap Allah di dalam kita. Hal ini sesuai dengan prinsip dalam ayat 3-4 yaitu melalui kita mengenal Dia dalam pengalaman hingga kita sepenuhnya mengenal Dia maka kita akan menuruti seluruh perintah-Nya di dalam firman demikian juga jika kita menikmati dan mengalami kasih Allah yang sempurna hingga penuh maka kasih Allah akan disempurnakan di dalam kita hingga kita bisa mengasihi Allah dengan kasih Allah yang sempurna ini.
Kata "dengan itulah'' dalam ayat 5 mengacu kepada masalah mengenal Dia di dalam pengalaman hingga kita menuruti firman Tuhan dan kasih Allah disempurnakan di dalam kita. Kemudian frase "di dalam Dia" menekankan fakta bahwa kita bersatu dengan Tuhan. Jadi menurut konteks dalam ayat 3-5 dapat disimpulkan bahwa tanda pertama yang menunjukkan kita ada di dalam Dia adalah kita mengenal Allah secara pengalaman dalam kehidupan kita sehari-hari. Berada di dalam Tuhan Yesus Kristus adalah bersatu dengan-Nya secara organik yang berarti Dia adalah hayat dan sifat kita sehingga menghasilkan cita rasa dari sifat ilahi.
Karena Allah telah meletakkan kita di dalam Kristus sekali untuk selamanya (1 Kor 1:30), maka kita sekarang harus memikul tanggung jawab untuk tinggal di dalam Dia yang sebenarnya adalah memiliki persekutuan dengan Dia. Di dalam persekutuan dengan Dia, di pihak negatif, kita dituntut untuk menanggulangi dosa-dosa kita dan di pihak positif, kita dituntut menuruti firman-Nya. Ketika kita tinggal di dalam Tuhan, mempunyai persekutuan dengan Dia, dengan spontan menghasilkan kasih terhadap Allah dan terhadap saudara. Dengan kasih inilah kita mengasihi Dia dan saudara bukan dengan kasih alamiah kita. Kasih alamiah kita harus diletakkan di atas kayu salib. Kasih Allah harus menjadi kasih kita melalui kita menikmati dan mengalami Dia. Kita perlu berhati-hati untuk tidak mengasihi dengan kasih alamiah kita karena hanya akan menghasilkan masalah bahkan permusuhan. Semoga kita semua nampak bahwa kita perlu mengasihi Allah dan orang lain dengan kasih Allah yang telah menjadi pengalaman dan kenikmatan kita.
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (14)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (13)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (12)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (11)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (10)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (9)
- PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (4)
- PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (3)
- PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (2)
- PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (1)
- Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (2)
- Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (1)
- Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (2)
- Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (1)
- KEPERLUAN ORANG YANG MATI — KEBANGKITAN HAYAT (2)