Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 1:1-2; 2:27; 3:9; 5:4, 18, 20
Rasul Yohanes adalah anak Zebedeus (Mat. 10:2). Kakak laki-lakinya adalah Yakobus, ibunya adalah Salome (Mat. 27:56; Mrk. 15:40; 16:1). Setelah Tuhan naik ke surga, Yohanes tetap tinggal di Yerusalem, membantu Petrus mendirikan gereja. Sebelum Yerusalem runtuh, dan setelah Paulus mati martir, ministri rasul Yohanes berpin-dah ke gereja lokal di daerah sekitar Asia Kecil. Dia sering tinggal di Efesus; pada masa pemerintahan Kaisar Romawi yaitu Domitian. Karena ministrinya, dia lalu diasingkan ke Pulau Patmos. Dia di sana melihat visi Tuhan yang mulia, lalu menulis kitab Wahyu. Usia Yohanes cukup panjang, dia hidup selama sekitar seratus tahun. Berdasarkan perkataan muridnya yaitu Polycrates, di masa tuanya rasul Yohanes akhirnya martir bagi Tuhan.
Rasul Yohanes menulis surat-suratnya karena pada waktu itu gereja memiliki keperluan yang mendesak. Ternyata bahwa di akhir abad pertama, bangkitlah banyak bidah di dalam gereja, terutama ada orang yang menyangsikan keilahian Tuhan (1 Yoh. 2:18-27; 5:20; 2 Yoh. 7-11). Karena itu, para penilik gereja dari berbagai lokal meminta Yohanes untuk menulis guna membuktikan keilahian dan pekerjaan dari Tuhan Yesus. Menurut sejarah gereja dan isi seluruh surat ini, surat ini pasti ditulis setelah Yohanes kembali dari pengasingan di Pulau Patmos, mungkin di antara tahun 90 dan 95 M, dan surat ini pasti ditulis di Efesus, di mana Rasul Yohanes terakhir berministri.
Dalam surat Rasul Yohanes, khususnya yang pertama, fokusnya adalah misteri tentang persekutuan hayat ilahi yang termanifestasi di antara kaum imani dengan Allah dan dengan yang lainnya. Meskipun kita berbeda ras, warna, kebangsaan, namun kita menikmati persekutuan dalam hayat ilahi. Kita memiliki suatu keesaan yang menakjubkan di antara kita. Ini adalah misteri tentang persekutuan hayat ilahi. Di dalam surat 1 Yohanes ada tiga bagian utama: persekutuan hayat ilahi (1:1-2:11), pengajaran pengurapan minyak (2:12-27), dan kebajikan-kebajikan kelahiran ilahi (2:28 5:21). Urutannya di sini sangat berarti.
Satu Yohanes 1:1 dan 2 mengatakan, "...Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.” Di sini kita mempunyai satu firman yang jelas tentang hayat kekal. Pasal-pasal selanjutnya dari Surat ini menegaskan apakah hayat kekal ini. Di antara 1 Yohanes 1:1-2 dan 5:20 kita mempunyai persekutuan hayat ilahi, pengajaran pengurapan dan kelahiran ilahi dengan benih ilahi yang membawa masuk segala kebajikan ilahi. Kita semua perlu melihat dengan jelas bahwa hayat kekal adalah Allah Tritunggal yang kita ekspresikan di dalam persekutuan hayat ilahi, menurut pengurapan, dan oleh kebajikan-kebajikan kelahiran ilahi dengan benih ilahi. Semoga kita semua melihat visi ini. Jika kita tidak mempunyai visi yang mendasar dan pusat ini, kita dapat melihat banyak hal lain di dalam Surat Yohanes, tetapi kita kehilangan fokusnya.
Dalam 2:27 mengatakan, “Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. ..pengurapan-Nya menga-jar kamu tentang segala sesuatu -- dan ...itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” Pengurapan minyak Tuhan mengajar kita mengenai segala hal, dan sebagaimana ia telah mengajar kita, kita harus tinggal di dalam Dia. Pengajaran pengurapan minyak ini sama sekali berbeda dengan pengetahuan guru-guru besar filsafat manapun.
Selanjutnya, dalam 3:9 menyinggung tentang kelahiran ilahi kita dan benih ilahi. Di sana dikata-kan bahwa, “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.” Tulisan Yohanes mene-kankan kelahiran ilahi, kelahiran ulang kita. Ini adalah satu keajaiban yang besar bahwa manusia dapat diperanakkan Allah. Kita adalah anak-anak Allah dengan hayat dan sifat Allah. Setiap orang yang telah diperanakkan Allah tidak berbuat dosa, sebab benih-Nya tinggal didalamnya.
Selanjutnya dalam 5:4 mengatakan, "Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.” dan 5:18 mengatakan, "..Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menja-mahnya." Iblis tahu bahwa usaha-usahanya akan menjadi sia-sia jika dia menjamah seseorang yang telah diperanakkan Allah dan yang menjaga dirinya sendiri. Puji Tuhan! Semoga kita semua melihat wahyu yang mengagumkan yang terkandung di dalam ayat-ayat ini dan dapat bersaksi dengan berani mengenai hal-hal yang ajaib itu.dengan kebenaran, yaitu segala apa adanya Dia, seperti dalam Yohanes 1:14 dan 17.
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (14)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (13)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (12)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (11)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (10)
- Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (9)
- PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (4)
- PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (3)
- PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (2)
- PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (1)
- Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (2)
- Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (1)
- Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (2)
- Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (1)
- KEPERLUAN ORANG YANG MATI — KEBANGKITAN HAYAT (2)