Home
Aktifitas
Arus Hayat
Arus Hayat Radio
Hubungi Kami
Artikel Terbaru
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (14)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (13)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (12)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (11)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (10)
Perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui Ministri Sekelompok Sekerja Petrus (9)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (4)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (3)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (2)
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL UNTUK MENGHASILKAN TEMPAT TINGGAL-NYA (1)
Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (2)
Pembasuhan Hayat dalam Kasih untuk Hayat dalam Kasih untuk Mempertahankan Persekutuan (1)
Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (2)
Hasil dan Perkembangbiakan Hayat (1)
KEPERLUAN ORANG YANG MATI — KEBANGKITAN HAYAT (2)
Menikmati kekayaan anugerah yang diperuntukkan bagi kita

       Satu Petrus 1:10 mengatakan, "Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang anugerah yang diuntukkan bagimu." "Anugerah" adalah sinonim dari kata "keselamatan" dalam ayat ini. Dalam 1:13 anugerah juga mengacu kepada keselamatan Allah. Yohanes 1:14 mengatakan bahwa Firman telah menjadi daging dan ber-kemah di antara kita, penuh dengan anugerah. Anugerah ini adalah Allah dalam Putra sebagai kenikmatan kita.

       Dalam 1 Korintus 15:10 Paulus mengatakan, "Tetapi karena anugerah Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan anugerah yang diberikan-Nya kepadaku tidak sia-sia. ... anugerah Allah yang menyertai aku." Anugerah yang disebut tiga kali dalam ayat ini adalah Kristus yang bangkit menjadi Roh pemberi-hayat untuk membawa Allah Tritunggal yang telah melalui proses di dalam kebangkitan, ke dalam kita sebagai hayat dan suplai hayat kita, agar kita dapat hidup di dalam kebangkitan.

       Sulit sekali mendefinisikan anugerah. Menurut Perjanjian Baru, anugerah adalah apa adanya Allah terhadap kita bagi kenikmatan kita (Yoh. 1:16-17; 2 Kor. 12:9; 1 Kor. 15:10). Yohanes 1:17 mengatakan bahwa hukum Taurat diberikan melalui Musa, tetapi anugerah dan kebenaran (realitas) datang dari Yesus Kristus. Galatia 2:20 sejajar dengan 1 Korintus 15:10. Galatia 2:20 mengatakan, "Tetapi bukan aku, melainkan Kristus" sedang 1 Korintus 15:10 mengatakan, "Tetapi bukannya aku, melainkan anugerah Allah yang menyertai aku." Ini menunjukkan bahwa anugerah adalah Kristus itu sendiri.

       Bagian lain dari Perjanjian Baru juga menekankan anugerah. Sebagai contoh, "Anugerah Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian" (2 Kor. 13:13). Selain itu, Paulus mengawali semua surat kirimannya dengan menyebut anugerah; ia pun mengakhirinya dengan kata-kata tentang anugerah. "Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, Saudara-saudara! Amin" (Gal. 6:18). "Tuhan menyertai rohmu. Anugerah-Nya menyertai kamu!" (2 Tim. 4:22). Dalam ayat ini,Ini menun-jukkan bahwa anugerah pada hakekatnya sama dengan Kristus. Ketika kita memiliki Kristus, kita memiliki anugerah. 

       Menurut konsepsi kebanyakan orang Kristen, anugerah Allah terutama adalah perihal berkat material. Pada akhir tahun, biasanya banyak orang Kristen berhimpun bersama dan menghitung-hitung berkat yang telah Allah berikan kepada mereka dalam setahun itu, dan mereka berterima kasih kepada-Nya atas anugerah-Nya yang besar yang telah memberi-kan berkat-berkat tersebut. Konsepsi tentang anugerah yang sedemikian memang tidak bisa dikatakan salah sepenuhnya, tetapi terlalu sempit!

      Dalam Yohanes 1:14 dikatakan, tatkala Firman (Kristus) menjadi daging dan berkemah di antara kita, Ia penuh dengan anugerah. Ini pasti tidak berarti Firman yang menjadi daging itu penuh dengan berkat-berkat material. Selain itu, dalam Yohanes 1:16 dikatakan dari kepe-nuhan-Nya kita telah menerima anugerah demi anugerah. Ini pasti bukan ditujukan kepada menerima berkat material demi berkat material. Anugerah yang diwahyukan dalam Perjanjian Baru adalah Allah yang berinkarnasi yang mendatangi kita sebagai kenikmatan kita.

      Dengan anugerah Allahlah Kristus menyalur-kan hayat ilahi ke dalam kita melalui Roh pemberi-hayat. Jika kita ingin menjadi orang-orang yang menikmati anugerah, perlulah kita tinggal di dalam Kristus (Yoh. 15:4-5), yang berarti menetap dalam Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Selain itu, kita perlu menikmati Kristus, khususnya melalui makan Dia (Yoh. 6:57b). Kemudian kita harus maju untuk menjadi satu roh dengan Kristus (1 Kor. 6:17), berjalan atau hidup di dalam Roh (Gal. 5:16, 25), menyangkal "aku" yang alamiah (2:20), dan meninggalkan daging (5:24). Kita tidak boleh diselewengkan oleh hal-hal seperti hukum Taurat, sunat, hari Sabat, dan peraturan-peraturan tentang makanan. Sebaliknya, kita harus menikmati Kristus dan hidup bersama Dia dalam satu roh.

       Kita patut memuji Tuhan karena dalam pemulihan-Nya kita sedang menikmati dan mengalami anugerah-Nya. Namun, banyak orang Kristen yang tidak berada dalam penga-laman anugerah ini. Dalam Roma 5:2 Paulus berkata bahwa oleh iman kita beroleh jalan masuk ke dalam anugerah yang di dalamnya kita berdiri. Marilah kita berdiri dengan teguh di dalam anugerah yang telah kita masuki ini.

Sebarkan ke:
< Back
Artikel Terbaru